Sabtu, 9 Mei 2026

Liga Inggris

Ditahan Everton, Debut Antonio Conte Bareng Tottenham di Liga Inggris Catatkan Rekor Buruk Klub

Antonio Conte menandai debutnya bersama Tottenham dalam laga kontra Everton pada pekan ke-11 Liga Inggris, Minggu (8/11/2021).

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP
Antonio Conte Kamis (18/4/2019) 

SERAMBINEWS.COM - Pelatih anyar Tottenham Hotspur, Antonio Conte, menorehkan rekor buruk klub pada debutnya di Liga Inggris 2021-2022.

Antonio Conte menandai debutnya bersama Tottenham dalam laga kontra Everton pada pekan ke-11 Liga Inggris, Minggu (8/11/2021).

Namun, debut Antonio Conte bersama Tottenham di Liga Inggris, tidak berjalan manis.

Dia harus pasrah melihat Spurs ditahan imbang tanpa gol oleh Everton.

Meski tampil mendominasi dengan persentase penguasaan bola mencapai 56 persen, Spurs-nya Conte gagal menjinakkan Everton yang bermain dengan sepuluh pemain.

Lini serang Harry Kane dan kolega serasa tumpul karena tidak mampu menceploskan satu pun bola ke gawang Everton yang dikawal Jordan Pickford.

Klub berjuluk The Lilywhites itu mencatatkan delapan tendangan, tetapi tidak ada satu pun yang menghasilkan gol.

Catatan itu akhirnya mencetak rekor buruk baru bagi Tottenham sejak musim 2003-2004.

Menurut catatan Opta, ini pertama kalinya Spurs gagal menorehkan shoot on target sejak musim 2003-2004 dalam keikutsertaannya di Liga Inggris.

Catatan itu tentu memalukan bagi Tottenham, mengingat juru racik asal Italia itu didapuk untuk meningkatkan performa tim yang sedang mengalami priode sulit.

 
Pada laga sebelumnya, Conte juga hampir membawa Spurs menderita kekalahan dari Vitesse di Liga Konferensi Eropa, Jumat (5/11/2021).

Pasukan Conte sebetulnya sudah unggul 3-0 di babak pertama melalui gol yang dicetak oleh Son Heung-min (14’), Lucas Moura (22’), dan gol bunuh diri Jacob Rasmussen (28’).

Baca juga: Antonio Conte Bidik Pemain Serie A untuk Perkuat Tottenham Hotspur

Namun, berselang empat menit dari gol terakhir, kedudukan hampir disamakan oleh Vitesse lewat gol dari Jacob Rasmussen (32’) dan Matus Bero (39’).

Meski demikian, Conte nyatanya belum menelan kekalahan dalam dua laga pertamanya sebagai pelatih Tottenham.

Melatih klub Liga Inggris bukanlah pengalaman baru bagi Conte yang sebelumnya pernah menukangi Chelsea.

Semasa melatih Chelsea, ia telah membawa klub milik Roman Abramovic itu merengkuh kesuksesan dengan menjadi juara Liga Inggris dan Piala FA.

Setelah dua musim melatih Chelsea, Conte hijrah dan kembali mengukir masa indah di Italia bersama Inter Milan.

Kiprah Conte di San Siro tampak mengesankan.

Dia mampu mempersembahkan Scudetto bagi Inter Milan yang sudah 11 tahun berpuasa gelar juara di Liga Italia.

Baca juga: Klasemen Liga Inggris - West Ham Gusur Liverpool Samai Manchester City, Arsenal Kudeta Man United

Baca juga: AC Milan Batal Kudeta Napoli di Puncak Klasemen, Nyaris Dipermalukan Inter Milan

Antonio Conte Akui Latih Spurs Adalah Tantangan Besar

 Pelatih anyar Tottenham Hotspur, Antonio Conte mengungkapkan melatih klub berjuluk The Lilywhites merupakan tantangan besar untuknya.

Sebelum Antonio Conte menetapkan pilihannya di Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur, ia lebih dulu membimbing Inter Milan merengkuh Scudetto musim 2020-2021.

Antonio Conte pun mengakui melatih Tottenham menjadi sebuah tantangan besar mengingat klub London tersebut telah lama tak menyabet gelar apapun.

“Saya pikir, saat ini tidak adil untuk membicarakan kami ingin melakukan ini atau mencapai ini,” ucap Conte, dikutip dari BBC Sports.

“Ini adalah tantangan besar. Saya tahu klub ini tidak memenangkan apapun dalam bertahun-tahun,” tambah mantan pelatih Juventus tersebut.

Namun, Conte menekankan bahwa klub harus mulai untuk memiliki visi di lapangan guna memenuhi harapan mendulang trofi.

“Tapi saya pikir, saya datang untuk membangun kemenangan. Kemenangan tidak terjadi dalam satu, dua atau tiga hari atau satu bulan. Anda harus memiliki visi.”

“Klub ini telah memiliki visi yang bagus di luar lapangan. Sekarang kita harus mulai memiliki visi di lapangan. Ini penting bila kita ingin menang.”

Conte kembali lagi ke London setelah sebelumnya meraih kesuksesan bersama Chelsea dengan mendulang trofi Liga Inggris 2016-2017 dan Piala FA sebelum ia dipecat di tahun 2018.

Kedatangan Conte ke Stadion Tottenham Hotspur setelah pihak klub memecat Nuno Espirito Santo. Nuno dipecat Spurs seusai klub menerima serangkaian hasil minor.

 
Di bawah kepemimpinannya, Spurs tampak tak berdaya di Liga Inggris dengan duduk di posisi kesembilan dan hanya merangkum 15 poin dari sepuluh pertandingan yang sudah dijalani.

Conte pun didapuk sebagai suksesor pelatih asal Portugal itu dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan.

Sang pelatih menyatakan target kebersamaan yang panjang bersama Harry Kane dan kolega.

“Kita bisa bekerja sama untuk waktu yang lama. Saat ini kami harus lebih kuat, untuk mulai bekerja sama dan berpikir bahwa kami perlu berkembang.”

Pelatih asal Italia tersebut telah menikmati debutnya bersama Spurs dengan hasil positif usai mengalahkan Vitesse 3-2 di Liga Konferensi Eropa, Jumat (5/11/2021).

Adapun ketiga gol Spurs dicetak oleh Son Heung-min (14’), Lucas Moura (22’), dan gol bunuh diri dari Jacob Rasmussen (28’).

Sementara kubu lawan hanya mampu membalasnya melalui Jacob Rasmussen di menit ke-32 dan Matus Bero pada menit ke-39.

Pertandingan ini sempat diwarnai drama tiga kartu merah dari kedua tim.

Di pihak Spurs Cristian Romero dikeluarkan pada menit ke-59, kemudian dua kartu merah lainnya diberikan kepada pemain Vitesse Danilho Doekhi (80’) dan Markus Schubert (84’).

Baca juga: Puluhan Wisatawan Lokal Terjebak di Air Terjun Kuta Malaka Hingga Malam Bersama 17 Sepmor

Baca juga: 2 Pocong Mini Ditemukan saat Penggalian di Situs Watugenuk Boyolali, Diduga Perantara Santet

Baca juga: Alumni Smantig 88 Gelar Temu Ramah Virtual Lintas Negara dan Lauching Video Twibbon Milad Ke-44

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved