Breaking News:

DJPb Aceh Tantang Realisasi Anggaran hingga 98 Persen

Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) menantang Kementerian/Lembaga (KL) lingkup Provinsi Aceh supaya pada akhir tahun 2021

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NASIR
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Aceh, Syafriadi dalam kegiatan media meeting, Selasa (7/9/2021) di Gedung Keuangan Aceh, Banda Aceh. 

BANDA ACEH - Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) menantang Kementerian/Lembaga (KL) lingkup Provinsi Aceh supaya pada akhir tahun 2021 mampu merealisasikan anggaran hingga 98,2 persen. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi SE MEc PhD, Minggu (7/11/2021).

Pada triwulan III tahun 2021 KL lingkup Provinsi Aceh berhasil melampaui target realisasi belanja sebesar 70 persen. Sementara itu untuk triwulan IV, Kementerian Keuangan telah menetapkan target realisasi anggaran KL sebesar 90 persen. 

Berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) Kementerian Keuangan, realisasi belanja KL di Provinsi Aceh selama bulan Oktober 2021 mencapai Rp 1,09 triliun atau tumbuh 11,15 persen dari realisasi belanja KL bulan sebelumnya. Dengan mempertimbangkan tren positif realisasi belanja KL sampai dengan bulan Oktober tersebut maka Kanwil DJPb Provinsi  Aceh yakin KL akan melanjutkan akselerasi belanja sampai dengan akhir anggaran tahun 2021.

Oleh sebab itu Kepala Kanwil DJPb Aceh, memberikan tantangan (challenge) kepada KL lingkup Provinsi Aceh untuk dapat mencapai realisasi anggaran melebihi target yang telah ditetapkan untuk triwulan IV sebesar 90 persen agar dapat dilakukan akselerasi hingga 98,2 persen pada akhir tahun anggaran 2021. Sehingga anggaran KL dapat terserap optimal dan target output dapat tercapai serta manfaatnya secara nyata dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Aceh.

Kata Syafriadi, Dengan kinerja belanja KL yang optimal tersebut, maka diharapkan APBN akan mampu menjalankan peran sentralnya sebagai instrument fiskal dalam menjaga pertumbuhan ekonomi  khususnya di Provinsi Aceh.

Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menjaga momentum penguatan kinerja dan pemulihan ekonomi nasional melalui APBN tahun 2021 sebagai instrumen kebijakan fiskal countercyclical. APBN 2021 terus bekerja keras untuk menopang permintaan agregat (agregat demand) melalui government spending yang ekspansif namun terkendali, untuk mengimbangi dan memberikan efek pengungkit terhadap kinerja sektor riil lainnya yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, serta sektor ekspor dan impor. Kebijakan ini dilakukan untuk mengendalikan dampak pandemi Covid-19 dan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menjaga keseimbangan antara permintaan agregat dengan penawaran agregat dalam perekonomian.

 "Setelah berhasil melampaui target realisasi belanja sebesar 70 persen pada triwulan III, Kanwil DJPb Provinsi Aceh akan tetap bersinergi dengan K/L lingkup Aceh untuk melanjutkan akselerasi belanja dengan harapan anggaran tahun 2021 terserap optimal, target output tercapai dan manfaatnya secara nyata sampai kepada masyarakat." ujarnya.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved