Breaking News:

Berita Pidie

Proyek Pengadaan Mukena Tunggu Perbup Pidie

Pengadaan mukena itu harus digeser ke APBK Perubahan yang kini diperbupkan. Jadi proses pengadaannya harus menunggu Perbup Pidie.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Pidie, Bahrul Walidin 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Proyek Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan jatah pokok-pokok pikiran (pokir).DPRK Pidie belum selesai dikerjakan.

Besaran DAU itu sekitar Rp 915 juta untuk kegiatan antara lain untuk pembangunan pagar, tempat wudhuk dan tempat mandi di dayah maupun balai pengajian. Dana diplotkan per kegiatan dari Rp 18 juta hingga 75 juta.

"Saat ini, pembangunan pagar, tempat wudhu dan kamar mandi milik dayah maupun balai pengajian masih dikerjakan," Kepala Dinas Pendidikan Dayah Pidie, Bahrul Walidin, kepada Serambinews.com, Senin (8/11/2021).

Ia menjelaskan, proyek itu dikerjakan selama 120 hari yang harus selesai dikerjakan rekanan.

Ia menyebutkan, untuk pengadaan mukena dengan anggaran Rp 200 juta gagal terealisasi karena salah nama pada item kegiatan yang awalnya dengan nama mukena. 

“Awalnya nama kegiatan mukena, yang penafsiran luas sehingga wanita dewasa pun boleh menerima bantuan mukena," ujarnya.

Padahal, jelas mantan Asisten I Setdakab Pidie, bantuan mukena itu untuk santri di dayah dan balai pengajian.

Baca juga: Hiu Paus Ini Diberi Nama Sandiaga Salahuddin Uno, Ukurannya Lebih Besar Dibanding yang Lain

Baca juga: VIDEO Wisatawan Terjebak Air Bah di Gunung Pandan Aceh Tamiang, Satu Orang Hilang Terseret Arus

Saat ini, jelasnya, nama kegiatan itu telah perbaiki dengan nama pengadaan mukena untuk santri dayah dan balai pengajian.

Dengan pergantian nama, maka pengadaan mukena itu harus digeser ke APBK Perubahan yang kini diperbupkan. Jadi prosesnya pengadaan mukena harus menunggu Perbup Pidie.

Ditambahkan, mukena itu nantinya dibagikan kepada santri dayah maupun balai pengajian. 

Mukena yang dibeli itu harus standar dan berkwalitas. Santri yang menerima bantuan mukena betul-betul tercatat sebagai santri dayah. 

Sehingga dinas akan meminta daftar nama santri pada pimpinan dayah maupun balai pengajian. "Pembagian mukena itu harus tepat sasaran, terutama santri kurang mampu," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved