Breaking News:

Salam

Awas, Potensi Bencana di Sebagian Wilayah Aceh

Gubernur Nova Iriansyah mengimbau bupati/wali kota di wilayah yang berpotensi terjadinya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Banjir yang merendam badan jalan nasional Aceh-Medan tepatnya Keude Gelombang, Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Sabtu (6/11/2021) 

Gubernur Nova Iriansyah mengimbau bupati/wali kota di wilayah yang berpotensi terjadinya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat untuk siaga dan bersiap-siap jika terjadi banjir, banjir bandang, atau tanah longsor. Sebab, menurut Gubernur, saat ini mulai terdeteksi tumbuhnya bibit siklon tropis 91B di laut barat selatan (barsela) atau tepatnya kawasan Samudera Hindia Barat Aceh.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh, Nasrol Adil, dalam surat tertanggal 8 November 2021, menyampaikan kepada Gubernur bahwa saat ini mulai terdeteksi tumbuhnya bibit siklon tropis 91B di Samudera Hindia Barat Aceh.

“Kondisi tersebut berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang serta dapat menyebabkan bencana banjir dan longsor, hingga tanggal 9, 10, dan 11 November 2021,” katanya.

BMKG juga melaporkan, bibit siklon 91B ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di pesisir barat hingga selatan Aceh. Mulai dari Banda Aceh, Aceh  Besar, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Simeulue, dan daerah pertemuan angin (konfluensi) di Selat Malaka sebelah Timur Aceh.

Kondisi ini, dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konventif yang bisa menyebabkan hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi. Siklon adalah sebuah wilayah atmosfer bertekanan rendah yang bercirikan pusaran angin yang berputar berlawanan dengan arah jarum jam di bumi belahan utara dan searah jarum jam di bumi belahan selatan. Siklon antara lain bisa menyebabkan badai tornado atau angin puting beliung serta penyebab yang berasal dari angin lainnya. Jika melihat dari luar angkasa, siklon seperti putaran besar berwarna putih keabu-abuan. Siklon ada beberapa macam, tapi tergantung alamnya. Seperti indonesia yang bersuhu tropis, siklon tersebut bernama siklon tropis dan ada juga siklon subtropis .

Oleh karena itulah, “Kesiapsiagaan penting agar jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, instansi terkait bisa segera mengaktifkan rencana kontijensi menjadi rencana operasi penanggulangan bencana,” kata Gubernur yang sudah memerintahkan jajarannya untuk memantau situasi day to day (hari ke hari), dan berkoordinasi intensif dengan BPBD kabupaten/kota serta mitra kerja lainnya seperti Dinas Sosial, TNI, dan Polri.

Bersamaan dengan terbitnya “warning” dari BMKG yang disusul dengan imbauan Gubernur mengenai kesiapsiagaan mengantisipasi dampak siklon, pada hari yang sama hujan lebat disertai gemuruh petir melanda Kota Banda Aceh dan sekitarnya selama beberapa jam sejak siang hingga petang. Masalahnya, hujan yang cuma beberapa jam itu segera membanjiri beberapa jalanan ibu kota serta sebagian pemukiman penduduk.

Masyarakat pun bertanya mengapa jalan-jalan di pusat perkotaan, khususnya sekitaran Masjid Raya Baiturrahman begitu para genangannya? Padahal, masyarakat tahu belakangan ini revitalisasi parit dan sungai di Kota Banda Aceh dilakukan setiap tahun.

Makanya, ini harus menjadi perhatian Pemko Banda Aceh baik terkait dengan program revitalisasi parit dan sungai maupun mengenai kebersihan parit. Sebab, bisa saja parit sudah besar dan bagus, tapi jadi tempat buang sampah dan jarang dibersihkan pula. Akhirnya parit-parit sumbat dan jalanan pun tergenang setiap kali turun hujan.

Kembali ke soal mengantisipasi dampak siklon yang kemungkinan memunculkan angin puting beliung atau badai. Selain harus ada antisipasi di darat, biasanya untuk masyarakat yang beraktivitas di laut seperti nelayan, angkutan penyeberangan/pelayaran juga diminta berhati-hati. Nelayan lazimnya diimbau untuk tidak melalut. Demikian pula angkutan penumpang laut juga diimbau tidak beroperasi saat potensi bencana itu sudah sangat dekat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved