Breaking News:

Opini

Historis Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi  Muhammad  SAW  pada  mulanya diperingati  untuk membangkitkan semangat umat Islam.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Qiswah Tour
Ilustrasi 

Oleh Tgk Bustamam Usman, SHI, MA., - Ketua Komisi B MPU Banda Aceh, Kandidat Program Doktor Fiqh Modern UIN Ar-Raniry Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Maulid Nabi Muhammad SAW atau Maulud saja adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang dalam tahun Hijriyah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Kata maulid atau milad adalah dalam bahasa Arab berarti hari lahir.

Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi  Muhammad  SAW  pada  mulanya diperingati  untuk membangkitkan semangat umat Islam.

Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris.

Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja.

Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan.

Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved