Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Usut Kasus Penganiayaan, Polres Langkat Turun ke TKP, Akui Objek Perkara Masuk Wilayah Aceh Tamiang

Polres Langkat mengakui objek perkara yang berujung penangkapan tiga warga Tenggulun, Aceh Tamiang berada di wilayah Aceh Tamiang.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Petugas Dinas Kehutanan Sumatera Utara mengecek titik koordinat di Tenggulun, Aceh Tamiang, Kamis (11/11/2021). Lokasi yang telah dieksekusi PN Stabat itu dinyatakan bagian dari wilayah administratif Aceh Tamiang. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Polres Langkat mengakui objek perkara yang berujung penangkapan tiga warga Tenggulun, Aceh Tamiang berada di wilayah Aceh Tamiang.

Dalam setahun terakhir, tensi tinggi terjadi di objek ini dampak tumpang tindihnya putusan PN Stabat, Sumatera Utara dengan Permendagri 28/2020.

Pengakuan ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Muhammad Said Husen setelah melakukan pengecekan lokasi bersama tim dari Polda Sumut, Kamis (11/11/2021).

Pengecekan lapangan ini menghadirkan dua dari tiga warga Tenggulun yang dijadikan tersangka penganiayaan, yaitu Hendra Sakti dan Edi Suprayitno.

Satu tersangka lagi yakni Sudirman, tidak hadir karena merawat anaknya yang sakit.

Amatan di lokasi, pengecekan di lakukan di dua lokasi.

Baca juga: Kisruh Perbatasan, Dua Warga Tenggulun Aceh Tamiang Ditangkap Polisi Sumut, Dijemput ke Rumah

Lokasi pertama merupakan tempat terjadinya perkelahian antara Edi Suprayitno dengan Edi Julianto alias Kunyuk dan Mardiono pada 11 Oktober 2021.

Edi Julianto dan Mardiono kemudian melaporkan perkelahian ini ke Polres Langkat yang berujung penangkapan terhadap Edi Suprayitno, Hendra, dan Sudirman.

Namun dari pengecekan lokasi, diketahui objek perkelahian ini masih berada di areal HGU Perkebunan Kelapa Sawit Evans yang merupakan wilayah administratif Aceh Tamiang.

Petugas Dinas Kehutanan Sumatera Utara yang ikut dalam kegiatan ini sempat mengecek titik koordinat dan memastikannya masih berada di Aceh Tamiang.

Lokasi kedua yang didatangi petugas berjarak sekira 500 meter atau sudah berada di luar HGU.

Titik kedua ini merupakan lokasi eksekusi PN Stabat yang dilakukan pada 10 Maret 2021.

Baca juga: Warga Tenggulun Aceh Tamiang Usir Perambah asal Sumatera Utara, Satu Sepeda Motor Dirusak

Puing-puing bangunan pondok milik petani yang dirobohkan dalam eksekusi masih terlihat berserakan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved