Breaking News:

Salam

Warga Mesti Ingat, Aceh Masih PPKM Level 2 dan 3

GUBERNUR Nova Iriansyah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman, SE Ak MM 

GUBERNUR Nova Iriansyah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro Level 3 dan 2, serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat gampong.

Para pelanggar atau siapapun yang tidak mematuhi instruksi ini akan mendapat sanksi tegas. Ingub yang berlaku mulai 9 hingga 21 November 2021 itu dikeluarkan sebagai tindaklanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 58 Tahun 2021 tentang PPK M Level 3, Level 2, dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa di wilayah luar Jawa dan Bali. Inmendagri No 58 itu juga menyebutkan bahwa saat ini (sejak 8 November 2021) Banda Aceh menjadi satu-satu kabupaten/kota di Aceh yang sudah memasuki PPKM Level 1.

Pencapaian Banda Aceh ke Level 1, terutama sekali karena wilayah ibu kota Provinsi Aceh ini memiliki tingkat vaksinasi paling tinggi, yakni mencapai 80 persen warganya sudah mendapat vaksin Covid-19, di samping langkah pencegahan penyebaran virus itu juga dilakukan secara ketat.

Meski demikian, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan masih terus secara serius mengajak warga yang belum vaksin untuk segera menerimanya, sehingga kemajuan vaksinasi di Banda Aceh bisa mencapai lebih 90 persen. Bersamaan dengan itu, Aminullah juga mengingatkan warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Protkes 5M terutama memakai masker dan mencuci tangan pakai sabun sudah menjadi budaya yang melekat bagi warga kota. Ini harus terus kita terapkan, termasuk menjaga jarak dan mengurangi mobilitas." Kemudian, dalam Ingub yang diterbitkan dua hari lalu itu Gubernur memerintahkan 12 hal kepada bupati dan wali kota se-Aceh, serta kepada para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Poin kesatu Ingub meminta bupati/wali kota mengatur PPKM Mikro sampai tingkat gampong yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19, dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat gampong. Bupati/wali kota diminta memberi sanksi bagi pelanggar PPKM Mikro dan atau protokol kesehatan Covid-19 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di bidang transportasi masih mendapat pengendalian dan pengawasan terhadap perjalanan orang pada Posko check point di perbatasan provinsi dan kabupaten/kota dengan melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, Polri. Bidang Perindustrian dan Perdagangan tetap saja diminta membatasi jam operasional untuk warung kopi/kafe, swalayan, pusat perbelanjaan/mall dan sejenisnya sampai pukul 22.00 WIB. Bagi bupati/wali kota yang tidak melaksanakan ketentuan seperti dimaksud dalam Instruksi Gubernur ini, dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 67-78 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Yang harus dipahami oleh masyarakat bahwa setiap level itu memiliki perbedaan penerapan PPKM. Masyarakat yang berada di wilayah Level 1 akan lebih longgar dalam beraktivitas dibanding masyarakat yang berada di Level 2 dan 3. Oleh karena itu, agar PPKM-nya bisa terus dilonggarkan, masyarakat harus lebih patuh pada protokol kesehatan. Yang juga penting adalah menerima vaksin Covid-19. Semakin tinggi persentasi masyarakat yang menerima vaksin, maka akan dilihat sebagai semakin rendah pula tingkat risiko penularan Covid di satu daerah.

Sebab, untuk mencapai Level 1 harus memenuhi beberapa indikator. Selain kasus Covid nya mendekati nol, kemajuan vaksinasi juga ditentukan. Yakni, capaian total vaksinasi dosis satu minimal sebesar 70 persen dan capaian vaksinasi dosis satu lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun minimal sebesar 60 persen. Makanya, agar seluruh wilayah Aceh bisa masuk ke Level 1, para bupati dan wali kota harus kerja keras menggencarkan vaksinasi serta terus memperketat penerapan protokol kesehatan dan tetap mengurangi mobilitas yang tidak terlalu penting. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved