Jumat, 5 Juni 2026

Internasional

Turki Larang Warga Suriah, Yaman dan Irak Terbang ke Belarusia

Pemerintah Turki melarang warga Suriah, Yaman dan Irak terbang ke Minsk, Belarusi mulai Jumat (12/11/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Pesawat Airbus A-321 milik Turkish Airline tiba di Bandara Internasional Wina pada 4 Agustus 2021. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Pemerintah Turki melarang warga Suriah, Yaman dan Irak terbang ke Minsk, Belarusi mulai Jumat (12/11/2021).

Kebijakan itu berpotensi menutup salah satu rute migran ke Uni Eropa.

Eropa menuduh Belarusia menerbang migran ke Eropa.

Sehingga, telah muncul krisis kemanusiaan yang disengaja di perbatasan Polandia.

Ribuan migran, terutama dari Timur Tengah, berlindung dalam kondisi beku di hutan di perbatasan antara Belarus dan negara-negara Uni Eropa Polandia dan Lithuania.

Kedua negara itu menolak membiarkan mereka menyeberang.

Beberapa telah meninggal dan ada kekhawatiran akan keselamatan sisanya saat kondisi musim dingin yang parah mulai terjadi.

Uni Eropa menuduh Belarusia menciptakan krisis sebagai bagian dari serangan hibrida, sebagai balasan saksi.

Baca juga: Rusia Dukung Belarusia Atasi Konflik Migran dengan Polandia, Kirim Pesawat Pembom Nuklir

Eropa menuduh Belarusia memberi visa di Timur Tengah, menerbangkan para migran dan mendorong mereka mencoba melintasi perbatasan secara ilegal.

Brussels dapat memberlakukan sanksi baru terhadap Belarusia dan maskapai penerbangan karena mengangkut para migran pada Senin (15/11/2021).

Belarusia menyangkal membuat krisis, tetapi juga mengatakan tidak dapat membantu menyelesaikannya.

Kecuali Eropa mencabut sanksi sebelumnya, yang diberlakukan Uni Eropa.

Untuk menghukum Presiden Alexander Lukashenko atas tindakan keras terhadap protes jalanan massal pada 2020.

Lukashenko, sekutu dekat Rusia, mengancam minggu ini untuk memotong pasokan gas Rusia ke Eropa melalui jaringan pipa di seluruh wilayah Belarusia.

Pada Jumat (12/11/2021), Kremlin menjauhkan diri dari ancaman itu.

Moskow mengatakan mereka tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan pernyataan Lukashenko untuk memenuhi kontrak pengiriman gas.

Para pejabat Eropa telah berulang kali mengatakan harapan terbaik untuk menyelesaikan krisis di perbatasan.

Khususnyab untuk menghentikan calon migran di Timur Tengah dari naik penerbangan ke Belarusia.

Turki telah membantah memainkan peran langsung dengan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk mengangkut migran.

Tetapi situs web bandara Minsk mencantumkan enam penerbangan yang tiba dari Istanbul pada Jumat (12/11/2021).

Terbanyak dari kota mana pun di luar bekas Uni Soviet.

Baca juga: Pemimpin Belarusia Peringatkan Pasukan NATO di Ukraina, Migran Sudah Menjadi Bencana

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Turki (SHGM) mengatakan melarang penjualan tiket penerbangan ke Belarusia kepada warga dari Suriah, Irak dan Yaman.

Maskapai milik negara Belarusia, Belavia mengatakan akan memenuhi permintaan tersebut.

“Sehubungan dengan masalah penyeberangan perbatasan ilegal antara Uni Eropa dan Belarusia, penerbangan migran harus dihentikan," kata SHGM di Twitter.

Wakil Presiden Komisi Eropa Margaritis Schinas menyambut baik langkah Turki.

Menteri luar negeri Uni Eropa itu menyetujui lebih banyak sanksi Belarusi pada Senin (12/11/2021).

Dimana, dapat mencakup individu dan perusahaan, menurut seorang diplomat.

Komisi eksekutif blok itu mengatakan maskapai penerbangan yang membawa migran akan masuk dalam daftar hitam.

Sedangkan pihak berwenang Polandia menghentikan dua kelompok migran melintasi perbatasan dari Belarus pada Kamis (11/11/2021) malam.

Penjaga Perbatasan Polandia, Jumat (12/11/2021) mengatakan ada 223 upaya untuk melintasi perbatasan secara ilegal pada Kamis (11/11/2021).

Dua insiden pada malam hari melibatkan kelompok yang lebih besar.

Satu insiden dekat Kuznica Bialostocka di mana tentara Belarusia berusaha mendorong sekitar 35 orang.

Kebanyakan wanita dan anak-anak, ke wilayah Polandia.

Satu lagi termasuk sekelompok sekitar 100 migran di dekat Polowce, kata polisi setempat. 

Baca juga: Jerman Melihat Lonjakan Migran Melalui Rute Belarusia dan Polandia

Penjaga perbatasan Polandia mengatakan jumlah migran di sepanjang perbatasan kedua negara telah meningkat menjadi sekitar 3.000-4.000 orang.

Presiden Lithuania, Latvia dan Estonia akan bertemu pada Senin (15/11/2021) di Vilnius untuk membahas krisis.

Kemudian, bergabung dengan video link dengan presiden Polandia Andrzej Duda.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved