Ratusan PKL Direlokasi ke Pantai Jagu
Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang jalan protokol Kota Lhokseumawe termasuk kawasan Lapangan Hiraq
LHOKSEUMAWE - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang jalan protokol Kota Lhokseumawe termasuk kawasan Lapangan Hiraq, akan direlokasi ke Pantai Jawa-Hagu (Jagu) seputaran Kesatuan Keamanan Pelabuhan (KP-3).
Langkah ini diambil Pemko dalam upaya menciptakan ketertiban di pusat Kota Lhokseumawe. Pun begitu, hingga Jumat (12/11/2021) kemarin, ratusan PKL masih harus membuka lapak untuk sementara di Jalan Pase. Hal ini menyusul kawasan Pantai Jagu dalam kondisi becek.
Camat Banda Sakti, Heri Maulana menjelaskan, sejak dirinya menjadi unsur Muspika lima bulan lalu, salah satu programnya adalah melakukan penertiban kawasan pusat kota. "Ya, kita mau merelokasi para PKL yang berjualan di jalan protokol," katanya kepada Serambi, Jumat (12/11/2021).
Lalu, sekitar Mei 2021 lalu, dirinya melayangkan surat pertama kepada PKL terkait tidak boleh lagi berjualan di sepanjang jalan protokol. "Kita sempat menyurati para PKL sebanyak tiga kali. Terakhir pada Oktober 2021. Di mana dalam surat terakhir, kita minta sejak 1 November 2021 tidak lagi yang berjualan di Jalan Protokol. Tapi, kita berikan tempat di kawasan Pantai Jagu,” paparnya.
Guna mencapai kesepakatan bersama terkait relokasi ke Pantai Jagu, lanjut Heri, pada 4 November 2021 malam lalu, dirinya melakukan pertemuan dengan pedagang di Lapangan Hiraq.
Dari hasil pertemuan itu disepakati relokasi ke kawasan Pantai Jagu dimulai pada Minggu (7/11/2021). "Pada Minggu, ratusan PKL pun pindah. Mereka mulai berjualan di kawasan Pantai Jagu," katanya.
Namun, dua hari kemudian, pihaknya mendapatkan keluhan dari para pedagang. Di mana lokasinya mulai tergenang air setelah Lhokseumawe diguyur hujan lebat. "Atas keluhan itu saya langsung turun ke lokasi. Kita melihat langsung kalau mereka berjulan di tempat becek dan tergenang air hujan," jelasnya.
Menyusul kondisi tersebut, dirinya langsung berkoordinasi dengan atasan. Sehingga diambil kesimpulan genangan air dan becek di kawasan Pantai Jagu akan segera ditangani. Sedangkan para PKL untuk sementara dipindahkan ke Jalan Pase.
"Pemindahakan sementara PKL ke Jalan Pase sudah dilajukan pada Rabu (10/11). Jadi, sementara ini mereka berjualan di Jalan Pase, sambil menunggu tuntasnya penanganan masalah becek dan air tergenang di kawasan Pantai Jagu," katanya.
Heri menyatakan optimis kalau persoalan di kawasan Pantai Jagu akan tuntas dilakukan pada Desember 2021 ini. "Jadi, pada akhir tahun 2021 atau awal 2022 nantinya, PKL yang berjualan di Pase akan kembali ķita pindahkan ke Jagu. Sehingga, nantinya Pantai Jagu juga akan menjadi pusat kuliner di Kota Lhokseumawe," demikian Heri Maulana.
Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf menyebutkan, pada prinsipnya sangat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penertiban di pusat kota. Namun begitu, untuk lokasi relokasi yakni di kawasan Pantai Jagu, harus dipersiapkan secara baik. Sehingga, PKL bisa berjualan secara leluasa dan masyarakat yang datang ke lokasi tersebut pun merasa nyaman.
Termasuk harus ada sarana umum tambahan, misalkan adanya musalla di seputaran lokasi, kamar mandi, dan lainnya. "Prinsipinya kita dukung. Tapi, lokasi harus disiapkan secara baik, agar PKL pun bisa berjualan secara nyaman di kawasan Pantai Jagu," pungkasnya.(bah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/camat-banda-sakti-lhokseumawe-heri-maulana.jpg)