Internasional
Emir Kuwait Ampuni Pembangkang, Pelaku Pemberontakan 2011
Emir Kuwait memberi pengampunan kepada para pembangkang yang melakukan pemberontakan pada 2011. Dekrit amnesti yang telah lama ditunggu-tunggu itu
SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Emir Kuwait memberi pengampunan kepada para pembangkang yang melakukan pemberontakan pada 2011.
Dekrit amnesti yang telah lama ditunggu-tunggu itu untuk mengampuni dan mengurangi hukuman hampir tiga lusin pembangkang Kuwait.
Itu menjadi sebuah langkah yang bertujuan meredakan kebuntuan besar pemerintah.
Dekrit kerajaan, diterbitkan Sabtu (13/11/2021) malam di lembaran resmi Kuwait.
Dilansir AP, Minggu (14/11/2021) Emir Kuwait Sheikh Nawaf Al Ahmad Al Sabah telah mengurangi hukuman penjara 11 politisi.
Mereka menyerbu parlemen di tengah pemberontakan Musim Semi Arab 2011.
Emir juga memberi pengampunan dan pengurangan hukuman 24 orang lainnya.
Protes pro-demokrasi sempat melanda kawasan itu pada 2011.
Baca juga: Kuwait Kutuk Milisi Houthi, Terus Mengancam Keamanan Arab Saudi
Dimana, sejumlah tokoh oposisi dan anggota parlemen Kuwait terkemuka memaksa masuk ke gedung parlemen Kuwait.
Mereka menyerukan pemecatan perdana menteri, yang mereka tuduh melakukan korupsi.
Pengadilan tertinggi negara itu menghukum beberapa anggota parlemen ke penjara.
Termasuk Musallam al-Barrack, seorang pemimpin oposisi utama yang juga menjalani hukuman dua tahun atas tuduhan terpisah.
Al-Barrack dan pembangkang lainnya yang diampuni telah tinggal di pengasingan di Turki selama bertahun-tahun.
Juga diampuni, anggota kelompok yang dikenal dengan sebutn Sel al-Abdali.
Penangkapannya terkait dengan pembangkit tenaga listrik Syiah Iran menyentuh masalah sektarian sensitif di Kuwait.
Sebuah negara mayoritas Sunni yang sebelumnya menghadapi pemboman bunuh diri dan serangan lainnya.
Pihak berwenang melancarkan tindakan keras terhadap tersangka ekstremis Islam dan membubarkan kelompok al-Abdali pada 2015.
Foto-foto yang dibagikan di media sosial Kuwait pada Minggu (14/11/2021) menunjukkan keluarga para narapidana berkerumun di luar Penjara Pusat negara itu.
Baca juga: Putra Mahkota Kuwait Terima Kunjungan Menlu Saudi di Istana Bayan
Mereka saling memeluk dan menangisi kerabat mereka yang diampuni mengenakan pakaian putih.
Amnesti tersebut menandai terobosan dalam kebuntuan yang telah lama membara antara pemerintah yang ditunjuk emir dan parlemen.
Sebuah badan legislatif paling berkuasa di antara para sheikhdom gurun di Teluk Persia.
Parlemen dapat memperkenalkan undang-undang dan menanyai menteri.
Meskipun emir negara itu memiliki otoritas tertinggi dan anggota keluarga yang berkuasa memegang jabatan senior.
Ketegangan antara anggota parlemen oposisi dan pejabat negara telah mencapai puncaknya.
Sehingga, menghalangi upaya memulai reformasi ekonomi dan mengesahkan undang-undang utang yang akan meringankan keuangan negara yang sangat tertekan.
Baca juga: Jepang Tingkatkan Kerjasama Migas dengan Kuwait
Pemerintah mengundurkan diri pekan lalu untuk kedua kalinya tahun ini.
Sebuah langkah yang menurut para analis dapat meletakkan dasar bagi penunjukan baru di tengah amnesti emir yang sangat dinanti-nantikan.
Sheikh Nawaf pada Minggu (14/11/2021) secara resmi menerima pengunduran diri pemerintah, lapor kantor berita KUNA.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/1411emir-kuwait-sheikh-nawaf-al-ahmad-al-sabah.jpg)