Warga Ancam Blokir Jalan Sanggeu, Jika Pemerintah tak Kunjung Memperbaiki
Warga di seputaran Jalan Sanggeu Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah akibat dilintasi truk angkut
SIGLI - Warga di seputaran Jalan Sanggeu Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah akibat dilintasi truk angkut material. Dua hari lalu, warga memprotes kerusakan jalan dengan menanam batang pisang, warga kembali mengancam akan memblokir jalan tersebut jika pemerintah tak kunjung membenahinya.
"Pemkab Pidie seharusnya memperbaiki jalan Sanggeu. Warga mengancam akan memblokir dengan menanam pohon pisang lagi jika tidak dibenahi," kata Keuchik Ketapang Sanggeu, Safrizal, kepada Serambi, Sabtu (13/11/2021).
Jalan Sanggeu, Kecamatan Pidie menghubungkan Kecamatan Grong-Grong hingga Reubee, Kecamatan Delima rusak akibat dilintasi truk angkut material. Kerusakan jalan itu kian parah karena adanya aktivitas proyek galian pipa PDAM.
Keuchik Safrizal, mengatakan, ruas jalan Sanggeu menghubungkan Grong-Grong hingga Reubee, Kecamatan Delima rusak hampir sepuluh tahun. Menurutnya, warga tidak tahan lagi dengan kondisi jalan yang berdebu saat musim kemarau dan berlumpur saat musim hujan.
"Dua hari lalu warga memprotes kerusakan ruas jalan Sanggeu rusak dengan menanam batang pisang di badan jalan. Aksi itu dipicu karena pemerintah terkesan tutup mata terhadap kerusakan jalan Sanggeu," ujarnya.
Ia menjelaskan, warga sudah lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut, lantaran telah lama hancur. Bahkan, kerusakan diperparah dengan mondar mandir dump truck angkut pasir dan batu yang melintasi di jalan Sanggeu. Kecuali itu, penggalian pipa PDAM yang dilakukan di badan jalan Sanggeu juga menyebabkan kerusakan jalan bertambah parah.
Sebab, timbunan galian pipa mengakibatkan jalan berubah menjadi lumpur saat turun hujan. Lumpur di badan jalan terjadi ketika dilindas dump truck maupun kendaraan lainnya di atas timbunan galian.
Ia menambahkan, jalan Sanggeu tercatat jalur padat kendaraan sehingga hampir saban hari banyak kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Bahkan, sebut Safrizal, saat digelar razia polisi di ruas jalan nasional atau di kawasan Kecamatan Grong-Grong, banyak kendaraan mengubah haluan melalui jalan Sanggeu.
" Jalan Sanggeu itu memang jalur padat kendaraan karena tembus Kecamatan Grong-Grong, Delima, Indrajaya dan Padang Tiji. Untuk itu, Pemkab melalui dinas terkait harus merespon secepat mungkin sarana yang rusak tersebut," ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Buchari AP MSi, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pihaknya akan menurunkan petugas untuk mendata ruas jalan rusak di Pidie. Perbaikan jalan rusak akan dilakukan secara bertahap, karena terbatasnya anggaran untuk perbaikan jalan.
"Jalan yang kita perbaiki itu tentunya ruas jalan yang sangat mendesak. Untuk itu, warga harus bersabar untuk perbaikan jalan. Pemkab tetap merespon, hanya saja dilakukan bertahap," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk tahun 2022, Pemkab memperbaiki beberapa ruas jalan. Tapi, dirinya tidak ingat lagi nama-nama jalan yang dibenahi.(naz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jana-gtuhbbh.jpg)