Rabu, 29 April 2026

Sepak Bola

Afrika Selatan Protes, Minta Pertandingan Ulang Melawan Ghana, Penalti Dinilai Kontroversial

Afrika Selatan menuntut pertandingan ulang melawan Ghana diulang setelah penalti kontroversial. Kekalahan itu membuat Afrika Selatan kehilangan babak

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/PHILL MAGAKOE
Pemain Afrika Selatan Teboho Mokoena (kiri) menyundul bola yang dikawal Marvelous Nakamba (kanan) dari Zimbabwe dalam Kualifikasi Piala Dunia di Johannesburg, Kamis (11/11/2021), 

SERAMBINEWS.COM, PRETORIA - Afrika Selatan menuntut pertandingan ulang melawan Ghana diulang setelah penalti kontroversial.

Kekalahan itu membuat Afrika Selatan kehilangan babak playoff di Grup zona Afrika untuk menentukan tim ke Piala Dunia Qatar 2022.

Tayangan ulang TV menunjukkan bek Ghana Daniel Amartey tampaknya melakukan diving

Dilansir AFP, Selasa (16/11/2021), keputusan wasit berhasil dikonversi oleh Andre Ayew untuk meraih kemenangan 1-0 dan menduduk posisi puncak Grup G.

Ghana dan Afrika Selatan menyelesaikan level pada poin dan selisih gol.

Namun, Ghana elah mencetak tujuh gol, satu lebih banyak dari Bafana Bafana (The Boys), dari enam pertandingan.

Baca juga: Senegal dan Maroko, Jadi Dua Negara Afrika Pertama Masuk Piala Dunia Qatar 2022

"Keadilan perlu ditegakkan dan pertandingan diulang," kata kepala eksekutif Asosiasi Sepak Bola Afrika Selatan Tebogo Mothlante kepada wartawan.

Dia mengecam keputusan wasit dari Senegal, Maguette Ndiaye.

"Para ofisial pertandingan harus memutuskan pertandingan, yang seharusnya tidak terjadi," jelasnya.

"Kami akan menulis surat kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan FIFA," tambahnya.

"Kami meminta mereka untuk menyelidiki bagaimana permainan itu ditangani," harapnya.

"Kami telah memberi tahu komisioner pertandingan di Ghana, kami akan mengajukan keluhan resmi," katanya.

"Kami sangat kecewa dengan tindakan ofisial pertandingan," ujarnya.

Baca juga: Striker Senegal Sadio Mane Cedera, Ini Dia Hasil Kualifikasi Piala Dunia Zona Afrika

Dalam kualifikasi Piala Dunia 2018, penalti yang salah membantu Afrika Selatan mengalahkan Senegal.

Senegal berhasil mengajukan banding ke FIFA untuk replay, dan memenangkannya untuk membantu mencapai final di Rusia.

"Kami melihat preseden, saat FIFA memerintahkan kami untuk memainkan ulang melawan Senegal pada 2018," ujarnya.

"Kami pikir keputusan yang sama harus diambil terkait pertandingan melawan Ghana," tambah Mothlante.

Sistem VAR (video asisten wasit) tidak digunakan untuk kualifikasi Piala Dunia Afrika.

Tetapi akan digunakan untuk semua 52 pertandingan di Piala Afrika di Kamerun mulai 9 Januari 2022.

Ada tuduhan wasit Afrika yang bias selama beberapa dekade dengan liputan TV yang tidak memadai.

Seringkali wasit membuat keputusan yang kontroversial.(*)

Baca juga: Penalti Kontroversial Andre Ayew ke Afrika Selatan, Bawa Ghana ke Playoff

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved