Breaking News:

Kasus Penembakan 6 Laskar FPI

Ditanya Soal Sifat Pelaku, Saksi Polisi Sebut Dua Terdakwa Unlawful Killing Sebagai Anggota Terbaik

"Saya ingin bertanya, apakah terdakwa pernah berperilaku buruk dalam menggunakan senpi dalam bertugas atau pernah dihukum mengenai senpinya ini?"

Editor: Eddy Fitriadi
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Kanit 2 Resmob Polda Metro Jaya Kompol Resa F Marasabessy saat dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara Unlawful Killing, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan Kanit 2 Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Resa F Marasabessy sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus Unlawful Killing, yang menewaskan 6 anggota eks Laskar FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kompol Resa F Marasabessy merupakan atasan langsung kedua terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella di Resmob Polda Metro Jaya.

Dalam sidang itu, Resa mengaku bahwa kedua terdakwa merupakan anggotanya yang terbaik selama ia menjabat Kanit 2 Resmob.

Begitu diungkapkan Resa saat seorang kuasa hukum terdakwa menanyakan terkait kepribadian kedua terdakwa.

"Saya ingin bertanya, apakah terdakwa pernah berperilaku buruk dalam menggunakan senpi dalam bertugas atau pernah dihukum mengenai senpinya ini?" tanya kuasa hukum terdakwa dalam persidangan.

"Tidak pernah sama sekali, bahkan faktanya dua anggota ini adalah dua anggota terbaik saya," jawab Resa.

Tak hanya berkaitan dengan kesehatan, Resa juga turut dicecar dengan pertanyaan terkait ada atau tidaknya tingkah dari kedua terdakwa yang melanggar etik kepolisian.

"Apakah terdakwa pernah memiliki pelanggaran kode etik mengenai tugas kepolisian lain?" tanya kuasa hukum.

 "Tidak pernah sama sekali," jawab Resa.

Menyikapi jawaban tersebut, kuasa hukum terdakwa kembali menanyakan terkait kondisi kejiwaan dari Fikri maupun Yusmin saat melaksanakan tugas pembuntutan terhadap rombongan Muhammad Rizieq Shihab (MRS).

Sebab kata Resa, penggunaan senjata api (senpi) bisa diterapkan kepada anggota yang sudah lulus dalam beberapa ujian yang menyatakan layak untuk menggunakan senpi.

"Terdakwa ini lulus untuk dapat memiliki dan menggunakan senjata api?" cecar kuasa hukum.

"Lulus," singkat Resa.

"Sepengetahuan saksi, ketika 2 terdakwa akan melakukan tugas, apa kondisi jiwa raganya ketika itu?" tanya kuasa hukum.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved