Breaking News:

Jurnalisme warga

Pasien Covid-19 Vs Non-Covid, Mana yang Harus Didahulukan?

KESELAMATAN pasien merupakan prioritas utama yang harus diprogramkan dan dilaksanakan oleh setiap rumah sakit

Editor: bakri
Pasien Covid-19 Vs Non-Covid, Mana yang Harus Didahulukan?
For Serambinews.com
ELLY SUJIATI, S.K.M., Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Banda Aceh

OLEH ELLY SUJIATI, S.K.M., Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Banda Aceh

KESELAMATAN pasien merupakan prioritas utama yang harus diprogramkan dan dilaksanakan oleh setiap rumah sakit. Tujuannya, semata- mata untuk melindungi pasien dari setiap kejadian tak terduga yang tidak diharapkan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017, keselamatan pasien merupakan suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman.

Sistem dimaksud meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pada pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden, dan tindak lanjutnya. Termasuk ke dalamnya, implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.

Hampir setiap tindakan dan perawatan di rumah sakit berpotensi tinggi untuk terjadinya kesalahan medis, seperti kesalahan penentuan diagnosis penyakit, keterlambatan diagnosis, pemeriksaan awal yang tak sesuai, tak sesuai observasi, kesalahan pada tahap pengobatan seperti salah memberikan obat, pelaksanaan terapi, dan lainnya.

Berdasarkan laporan Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS) terdapat 144 insiden yang berhubungan dengan keselamatan pasien pada tahun tahun 2009, 103 insiden pada tahun 2010, dan 34 laporan insiden pada triwulan I tahun 2011. Rendahnya insiden di Indonesia bukan karena sistem keselamatan pasien sudah dijalankan dengan baik, melainkan karena tidak semua insiden terlaporkan.

Umumnya insiden tidak dilaporkan, tidak dicatat, bahkan luput dari perhatian petugas kesehatan karena yang dilaporkan hanya insiden yang ditemukan secara kebetulan saja. Sistem keselamatan pasien tampaknya menjadi semakin sulit diterapkan pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau agar masyarakat tidak bepergian, termasuk ke fasilitas kesehatan, kecuali jika sangat memerlukannya.

Lebih lanjut, fasilitas layanan kesehatan pun mengurangi layanan kesehatan untuk pasien umum (pasien non-Covid-19) agar fokus dalam memberikan layanan pandemi Covid-19. Pemerintah menerapkan kebijakan ini untuk mengurangi risiko penularan Covid- 19 di fasilitas kesehatan (faskes). Namun, dikhawatirkan hal ini dapat meningkatkan kematian akibat penyakit lain selain Covid-19.

Pasalnya, rumah sakit mengalami penurunan jumlah pasien jantung dan stroke, sehingga risiko kematian pasien ketika berada di rumah justru meningkat. Padahal, sejatinya rumah sakit adalah fasilitas yang dibuat untuk menyelamatkan pasien tanpa pandang bulu.

Sejauh yang saya amati sebagai Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Syiah Kuala, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi proses penerapan sistem keselamatan pasien di masa pandemi Covid-19. Pertama, pasien dan tenaga kesehatan merasa khawatir terpapar virus corona. Rumah sakit adalah tempat yang sangat rawan akan penularan Covid-19. Baik pasien maupun tenaga kesehatan khawatir terpapar virus corona saat berada di lingkungan rumah sakit. Hal ini sangat memengaruhi proses penerapan sistem keselamatan pasien.

Banyak tindakan medis yang tak bisa dilakukan karena menjalankan protokol kesehatan (prokes). Selain dari tenaga medis, pasien sendiri pun tak jarang enggan untuk ke rumah sakit karena takut terpapar virus corona saat berada di sana. Apalagi jika sudah telanjur terbentuk klaster penularan Covid-19 di rumah sakit tertentu. Selanjutnya, selain khawatir terpapar virus corona, pasien juga merasa takut jika dirinya mendapatkan diagnosa positif Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved