Enam Tanggul Jebol Belum Diperbaiki
Sebanyak enam titik tanggul sungai (krueng) yang jebol di daerah aliran sungai (DAS) Peuto, Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek
LHOKSUKON – Sebanyak enam titik tanggul sungai (krueng) yang jebol di daerah aliran sungai (DAS) Peuto, Kecamatan Lhoksukon, Cot Girek, dan Krueng Pase Kecamatan Samudera, Aceh Utara hingga Selasa (16/11/2021) belum diperbaiki. Karenanya, tiga kecamatan tersebut rawan terjadi banjir bila debit air penuh dalam sungai.
Titik tanggul yang jebol di Desa Meunasah Jok dan Meunasah Meucat, Kecamatan Lhoksukon jebol beberapa hari lalu, sehingga mengakibatkan dua desa terendam banjir. Bahkan, sampai kemarin rumah warga masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter dalam rumah.
Dari dua lokasi tersebut titik tanggul yang jebol, terparah di Desa Meunasah Jok. “Taksiran tanggul yang jebol sekitar 35 meter, tapi kemungkinan kalau kita ukur kemungkinan bisa lebih,” ujar Ahmadyuddin, warga Meunasah Jok kepada Serambi, Selasa (16/11/2021). Jarak rumah warga dengan titik tanggul yang jebol terpaut 15 meter.
Menurut Ahmayuddin, sebelumnya tanggul itu juga pernah jebol, tapi bisa cepat ditangani karena panjangnya 2 meter lebih. “Jadi, kali ini lebih rawan terjadi banjir besar lagi, kalau tanggul tersebut tidak diperbaiki,” ujar Ahmayuddin. Dirinya mendapat informasi, tanggul yang jebol akan ditangani dengan swadaya masyarakat dan dana desa.
Selain itu, di Desa Trieng Kecamatan Cot Girek juga terjadi jebol tanggul, sehingga kawasan itu juga rawan terjadi banjir. Desa tersebut masih berada satu DAS dengan Meunasah Jok, dan Meucat. Titik tanggul lainnya yang jebol di Desa Mancang, Tanjong Reungkam dan Desa Tanjong Awe, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.
Untuk Desa Tanjong Reungkam dan Mancang menunggu penanganan. Namun, untuk di Desa Tanjong Awe dalam proses pengerjaan. “Dari tiga titik yang jebol di desa kami, sudah selesai dikerjakan dan satu titik lainnya dalam proses pengerjaan,” ujar Keuchik Tanjong Awe, Afifuddin kepada Serambi, kemarin.
Kalau seandainya dalam beberapa pekan terakhir ini tidak hujan, kemungkinan sudah selesai dikerjakan. Tapi, karena pengambilan material terkendala seperti batu gajah, sehingga proses pengerjaanya terkendala. “Kemarin saya lihat sudah mulai dikerjakan lagi untuk titik ketiga,” ujar Keuchik Tanjong Awe.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Murdani kepada Serambi, menyebutkan, pada Senin (15/11/2021) petugas sudah memantau kondisi banjir di Meunasah Trieng Kecamatan Cot Girek, Meucat, Gampong Rayeuk, Manyang dan Meunasah Jok Kecamatan Lhoksukon.
Kondisi air di Gampong Meucat dan Rayeuk masih terdapat beberapa titik yang tergenang di rumah penduduk sekitar 30 sentimeter. Kemudian, air juga menggenangi lahan pertanian. “Kami terus memonitor perkembangan banjir dan mengimbau warga tetap waspada banjir susulan,” ujar Murdani.
Karena, dalam sepekan ke depan intensitas curah hujan masih tinggi berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).(jaf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanggul-jebol-1711.jpg)