Breaking News:

Gagal Lolos Langsung ke Qatar, Bayangan Suram Play-Off 2018 Hantui Azzuri

BAYANGAN suram terjungkal di babak playoff Piala Dunia 2018, kini kembali menghantui Italia. Azzurri ditahan imbang Irlandia Utara, 0-0

Editor: bakri
AFP/PAUL IMAN
Pelatih Italia, Roberto Mancini, bereaksi dalam laga pamungkas babak kualifikasi Grup C Piala Dunia 2022 melawan Irlandia Utara, di Windsor Park di Belfast, Irlandia Utara, Selasa (16/11/2021) dini hari WIB. 

BAYANGAN suram terjungkal di babak playoff Piala Dunia 2018, kini kembali menghantui Italia. Azzurri ditahan imbang Irlandia Utara, 0-0, dalam laga pemungkas di Belfast, Selasa (16/11/2021) dini hari WIB. Sementara Swiss pada saat yang sama menggebuk Bulgaria 4-0 di Luzerne untuk merebut puncak grup C, dan lolos langsung ke Piala Dunia 2022 di Qatar.

Hanya menjadi runner-up di grup C, Azzurri pun mengulangi takdir Piala Dunia 2018 saat mereka juga masuk ke dalam babak play-off. Tahun 2017 kala itu, mereka kemudian kalah oleh Swedia hingga gagal berangkat ke Rusia. Padahal, semenjak kegagalan tersebut, Italia sudah menunjukkan tanda-tanda bangkit di bawah pelatih Roberto Mancini.

Dengan gemilang, dia memimpin pasukan biru meraih trofi Euro 2020 pada Juli lalu. Namun, kini mereka kembali terpeleset ke lubang yang sama: babak playoff, dan dihantui kegagalan serupa. Tapi, Mancini bersikeras hal itu tidak akan terjadi lagi. Dia yakin timnya akan menang di babak plaoff pada akhir Maret nanti.

“Saya sepenuhnya percaya diri. Kami akan sampai di sana pada bulan Maret dan mungkin kami akan memenangkannya juga, siapa tahu," kata pelatih Italia itu. Hanya ada tiga jatah ke Qatar dari babak playoff di Eropa ini, yang diikuti oleh 12 tim--sepuluh tim adalah runner-up di kualifikasi grup, dan dua tim dari pemenang grup Nations League 2020-2021 terbaik yang tidak finis pertama, atau kedua di grup kualifikasi.

Pengundian babak play-off Zona Eropa untuk Piala Dunia 2022 akan berlangsung pada 26 November mendatang di Zurich, Swiss. Format babak ini berbentuk dua ronde, yakni semifinal dan babak final. Keduanya akan dilakukan dalam laga tunggal.

Sejauh ini, sudah ada sembilan slot terisi untuk play-off yakni oleh Portugal (Grup A), Swedia (Grup B), Italia (Grup C), Skotlandia (Grup F), Rusia (Grup H), Polandia (Grup I), dan Makedonia Utara (Grup J). Ada juga Republik Ceko/Wales (jalur UEFA Nations League) Austria (jalur UEFA Nations League). Adanya Swedia, dan Portugal menjadi mimpi buruk bagi Azzurri karena mereka berpotensi jadi batu sandungan. Jika nasib sedang sial, bisa saja mereka akan dipertemukan.

"Saya tak peduli siapa lawan nanti. Yang jelas kami akan sangat siap untuk Maret nanti," ujar Mancini menegaskan. Segalanya mungkin akan berbeda bagi Italia, jika Jorginho, sang pahlawan di Euro 2020, bisa menyelesaikan penalti dengan sempurna saat Azzurri ditahan imbang Swiss 1-1, pada Sabtu (13/11/2021) lalu.

Sebelumnya pad laga pertama di Basel, 6 September 2021, Jorginho juga gagal mengeksekusi penalti di laga yang berakhir 0-0. Namun, secara keseluruhan tenaga pasukan Italia ini seperti sudah tersedot seluruhnya untuk Euro 2020. Usai menjuarai gelaran Piala Eropa tersebut, mereka seperti kehilangan daya di kualifikasi Piala Dunia 2022, dengan hanya meraih empat kali imbang, dan cuma sekali menang lawan tim lemah, Lithuania 5-0.

"Sayang sekali, padahal kami harusnya bisa lolos dengan mudah. Kami melewatkan dua penalti di pertandingan yang menentukankan melawan Swiss. Jelas kesalahan itu membuat kami kesulitan. Kami juga seharusnya bisa mengalahkan Bulgaria dengan mudah. Kami harus merebut kembali semuanya Maret nanti," kata Mancini lagi, bertekad.

Italia sebenarnya di atas angin karena unggul selisih gol 11-9 dengan Swiss meski sama-sama mengantongi poin 15. Azzurri sadar membutuhkan kemenangan di Belfast. Mereka juga mafhum, tugas itu menjadi sangat sulit karena Irlandia utara tak terkalahkan di kandang, dan menjaga clean sheet di setiap laga kualifikasi.

Celakanya lagi, kekuatan Azzuri tak optimal. Sebelas pemain andalan absen, termasuk para aktor utama seperti Immobile, Marco Verratti, Giorgio Chiellini, dan Lorenzo Pellegrini.Skuat Mancini memang mendominasi penguasaan bola sampai 71%, dan melepaskan 12 tendangan dengan enam akurat. Tapi gawang Norn Iron tak juga bisa dibobol sampai bubaran. "Kami pantas disalahkan, begitu banyak peluan terbuang. Bukan di malam ini saja, tapi di banyak pertandingan penting lain," kata striker Italia, Andrea Belotti mengakui.

Sementara di Luzern, Swiss dengan fantastis melumat Bulgaria 4-0. Keempat gol lahir di babak kedua lewat aksi Noah Okafor, Ruben Vargas, Cédric Itten, dan Remo Freuler untuk menutup malam yang brilian untuk tuan rumah. (tribunnews/den)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved