Breaking News:

Pendapatan Petani Sawit Berkurang Akibat Kenaikan Drastis Harga Pupuk

Kalangan petani sawit di wilayah pantai barat-selatan Aceh menyatakan, kenaikan harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit

Editor: bakri
SERAMBINEWS/RAHMAT SAPUTRA
Para petani sawit di Abdya menaikkan TBS ke dalam mobil untuk diangkut ke agen pengepul 

BANDA ACEH - Kalangan petani sawit di wilayah pantai barat-selatan Aceh menyatakan, kenaikan harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada tahun ini patut disyukuri.  Namun, kenaikan harga tersebut belum menjamin peningkatan taraf hidup petani sawit di wilayah Barsela. Hal ini karena pada saat yang sama diikuti peningkatan harga pupuk.

"Kenaikan harga TBS kelapa sawit  itu diikuti oleh kenaikan harga pupuk nonsubsidi yang cukup tinggi, " kata Sekretaris DPW Apkasindo Aceh, Fadhli Ali kepada Serambi, Selasa (16/11/2021). Fahdli Ali menyontohkan, sebelum harga TBS kelapa sawit naik, harga pupuk urea nonsubsidi di jual di kios pengecer pupuk di wilayah pantai Barat-Selatan Aceh mencapai Rp 270.000/sak (ukuran 50 kg). Setelah harga TBS sawit naik, harga pupuk urea nonsubsidi naik mencapai Rp 500.000/sak.

Begitu juga dengan pupuk KCL nonsubsidi (produk Jerman), harganya kini mencapai 480.000/sak, sebelumnya antara Rp 280.000-Rp 320.000/sak. Pupuk majemuk Dupan, harganya kini sudah mencapai Rp 390.000/sak, sebelumnya hanya Rp 220.000/sak (50 kg).

"Kenaikan harga pupuk urea nonsubsidi yang sangat tinggi itu,  membuat pendapatan petani sawit yang telah meningkat atas kenaikan harga TBS sawit, terkuras kembali uangnya untuk membeli pupuk urea nonsubsidi," ujar Fadhli Ali.

Musim panen TBS sawit tahun ini, menurut kalangan petani sawit, adalah  musim trek, dimana tanaman kelapa sawit tetap berbuah, tapi produktivitasnya tidak maksimal. Pada musim panen normal, satu hektar lahan sawit bisa menghasilkan TBS sawit antara 1,2-1,4 ton. Tahun ini, untuk luas tanaman sawit satu hektar, hanya menghasilkan TBS sawit sekitar 700-800 Kg, turun sebesar 20-25 persen.

Pada musim trek ini, kata Fadhli Ali, petani sawit harus melakukan pemupukan. Jika tidak dilakukan pemupukan, maka pada musim panen sawit selanjutnya produksi buah sawit jadi tidak maksimal. Kenaikan pendapatan petani sawit pada musim trek ini, kata Fadli Ali, sebagian besar digunakan untuk membeli pupuk agar tanaman sawitnya kembali subur dan menghasilkan produksi yang maksimal pada musim panen selanjutnya.

Selain itu, harga TBS di wilayah Barsela juga dibeli lebih murah dibandingkan TBS sawit di wilayah pantai timur-utara Aceh. PKS di wilayah  pesisir pantai timur-utara Aceh, membeli TBS sawit petani di atas Rp 3.000/kg, sementara PKS di wilayah pantai barat-selatan Aceh membeli TBS sawit petani berkisar Rp 2.700- Rp 2.920/kg. Di sisi lain, harga CPO masih tetap tinggi di pasar dunia, di atas Rp 14.661-Rp 14.750/Kg.  Tingginya harga CPO membuat harga minyak goreng juga ikut tinggi.

Pedagang minyak goreng curah di Pasar Peunayong, Ani, mengatakan, harga minyak goreng untuk pembelian partai besar masih tetap tinggi Rp 17.500/kg, sedangkan untuk penjualan eceran Rp 18.500/kg.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved