Breaking News:

Berita Gayo Lues

Kejari Gayo Lues Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Peningkatan Pelayanan Rumah Tangga Pimpinan DPRK

Tepatnya dugaan korupsi proyek peningkatan pelayanan rumah tangga pimpinan dan wakil pimpinan DPRK Gayo Lues periode 2014 - 2019 senilai Rp 1 miliar l

Penulis: Rasidan | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/RASIDAN      
Kajari Gayo Lues, Ismail Fahmi menyerahkan uang tunai Rp 1 miliar lebih hasil sitaan dari kerugian keuangan negara dalam proyek kegiatan peningkatan pelayanan rumah tangga di lingkungan Sekwan DPRK Galus. Uang milik Pemkab itu diserahkan melalui Bupati Gayo Lues M Amru di BSI Cabang Blangkejeren, Kamis (18/11/2021). 

Tepatnya dugaan korupsi proyek peningkatan pelayanan rumah tangga pimpinan dan wakil pimpinan DPRK Gayo Lues periode 2014 - 2019 senilai Rp 1 miliar lebih. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gayo Lues (Galus) menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Sekretariat DPRK setempat.

Tepatnya dugaan korupsi proyek peningkatan pelayanan rumah tangga pimpinan dan wakil pimpinan DPRK Gayo Lues periode 2014 - 2019 senilai Rp 1 miliar lebih. 

Kerugian negara sejumlah itu pun sudah disita oleh pihak Kejari Gayo Lues dan dikembalikan ke kas Pemkab Gayo Lues. Dengan demikian tak ada lagi kerugian negara dalam perkara itu. 

Tepatnya uang tersebut sudah diserahkan Kajari Gayo Lues, Ismail Fahmi kepada Pemkab yang diterima Bupati Gayo Lues, M Amru, di BSI Cabang Blangkejeren, Gayo Lues, Kamis (18/11/2021). 

Turut menyaksikan penyerahan kas Pemkab Gayo Lues ini pejabat setempat, yakni Sekdakab, pejabat Inspektorat, Kepala DPKD beserta jajarannya. 

Namun, penghentian perkara bukan karena jaksa sudah berhasil menyelamatkan kerugian negara tersebut, melainkan hingga kini belum ditemukan dua alat bukti kuat untuk melanjutkan perkara ini. 

Selain itu, dua sekwan saat proyek ini jalan, yaitu berinisial JS dan SH juga sudah meninggal dunia.

Begitu juga Wakil Ketua DPRK Gayo Lues saat proyek ini jalan, yakni berinisial TN juga sudah meninggal.  

Kajari Gayo Lues, Ismail Fahmi didampingi Penyidik Antoni, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Kamis (18/11/2021). 

"Perkara ini dihentikan untuk sementara waktu demi kepastian hukum. 

Namun, apabila kemudian hari ditemukan alasan baru, maka penyidikan dapat dilakukan dan dilanjutkan kembali," kata Kajari Gayo Lues

Seperti diketahui, perkara ini mulai ditangani Kejari Gayo Lues awal 2021, selain sudah menyita kerugian negara, sebelumnya beberapa saksi dalam perkara ini juga sudah diperiksa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved