Breaking News:

Vaksinasi

Kadisdik Aceh Minta Cabdin Fokus Tingkatkan Angka Vaksin Sekolah

Al Hudri mengungkapkan, ancaman penularan covid 19 di lingkungan sekolah masih cukup besar, bila angka aman minimal cegah covid 19 sebesar 85 persen,

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kadisdik Aceh, Drs Al Hudri MM, sedang berikan pengarahan pada Kacabdin di daerah, terkait peningkatan jumlah vaksin sekolah, yang masih rendah, di Hotel Grand Renggali, Aceh Tengah, Sabtu (20/11/2021). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, dr Al Hudri MM meminta Kepala Cabang Dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB memasuki minggu ketiga bulan November ini, lebih memfokuskan tugasnya kepada penambahan jumlah siswa sekolah SMA, SMK dan SLB yang divaksin.

“Permintaan ini kami sampaikan karena, persentase jumlah siswa SMA, SMK dan SLB yang sudah divaksin, angkanya masih berada di bawah 70 persen, sementara angka aman untuk imunitas lingkungan sekolah guna pencegahan covid 19, jumlah siswa sekolah yang sudah di vaksin harus bisa mencapai angka minimal sebesar 85 persen dari total jumlah siswanya,” ujar Al Hudri, dalam acara Training Tahap I Penyiapan Guru Inti Tahun 2021 di Grand Hotel Renggali, Takengon Aceh Tengah, Sabtu (20/11/2021).

Al Hudri mengungkapkan, ancaman penularan covid 19 di lingkungan sekolah masih cukup besar, bila angka aman minimal cegah covid 19 sebesar 85 persen, tidak bisa tercapai pada akhir Nopember 2021 ini.

Untuk mencapai angka itu, masih ada waktu 8 hari lagi, oleh karena itu sepulang dari pertemuan ini, para Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Sekola dan Guru SMA, SMK dan SLB, diminta mengajak dan rayu kembali siswa dan orang tua siswa, agar anaknya diizinkan untuk divaksin covid 19, terutama untuk daerah yang angka vaksinnya masih rendah, yaitu Aceh Utara, Pidie, Aceh Timur, Aceh Besar dan lainnya.

Baca juga: Kerusuhan Meletus di Uni Eropa, Protes Pembatasan Covid-19 Selama Musim Dingin

Permintaan ini disampaikan karena suasana kondisi pandemi covid 19, di negeri kita belum berakhir. Cara untuk mengakhirinya masa pandemi covid 19 itu adalah angka persentase jumlah siswa yang sudah divaksin di sekolah, harus bisa mencapai angka minimalnya sebesar 85 persen.

"Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu tidak mau pada tahun ini kita menggunakan belajara secara daring ataua on line, maka mari rapatkan barisan bersama pihak TNI, Polisi dan intansi serta lembaga lainnya untuk berkolaborasi, bersatu padu, melakukan kampanye manfaat vaksin bagi peningkatan kekebalan tubuh terhadap penularan virus corona dan mengajak siswa bersama orangtua dan wali siswa melaksanakan vaksin covid 19," ujarnya.

Menurut Alhudri perlu mencapai angka persertase penduduk yang telah divaksin sebesar 85-95 persen karena angka persentase itu, memberikan keamanan dan kenyamanan yang tinggi bagi imunitas atau kekebalan tubuh bagi lingkungan keluarga, sekolah dan desa/gampong, untuk mencegah covid 19 masuk kembali ke Aceh dengan variannya yang baru, seperti yang pernah terjadi di Padalarang, daerah pulau Jawa, sekitarnya.

Masyarakata di sana pada saat merebaknya penulran virus corona, tidak patuh terhadap disiplin protokol kesehatan cegah covid 19.

Baca juga: Dishun Sterilkan PKL dan Mobil yang Parkir di Atas Jembatan Ulee Lheue-Gampong Jawa, Ini Tujuannya

Jumlah korban covid di daerah itu, pernah mencapai 100 orang yang meninggal dunia per harinya.

Faktor kedua kenapa perlu mencapai angka persentase 85 – 95 persen, jumlah penduduknya yang telah divaksin, termasuk anak sekolah, ungkap Al Hudri, tujuannya agar Aceh tidak lagi menjadi daerah pandemi dan endemi covid 19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved