Menteri Sandiaga Uno: Tari Saman Tari Pemersatu Bangsa
"Tari Saman adalah tari pemersatu bangsa. Mari terus kita jaga dan lestarikan,” kata Menteri Sandiaga Uno
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Fikar W.Eda | Jakarta
SERAMBINEWS,COM, JAKARTA - Ucapan selamat 10 tahun penatapan Tari Saman sebagai sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco, organ PBB yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, terus mengalir dari berbagai kalangan.
Tak terkecuali Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.
Sang menteri menyampaikan ucapannya dalam bentuk rekaman video durasi 20’.
"Tari Saman adalah tari pemersatu bangsa. Mari terus kita jaga dan lestarikan,” kata Menteri Sandiaga Uno.
Di akhir video, menteri menyampaikan, “Gayo Lues Negeri Seribu Bukit,” ujarnya.
Baca juga: Isi Peringatan Hari Saman Sedunia, Duta Saman Gelar TOT Tari Saman Diikuti 14 Provinsi
Serambinews.com menerima kiriman video ini dari Aminnulah Adnan, Ketua Duta Saman Institute (DSI) yang rutin menggelar peringatan Hari Saman Internasional Setiap bulan November.
Tahun ini DSI menggelar workshop untuk tenaga pelatih Saman berasal dari sejumlah provinsi dan kabupaten di Indonesia.
“Tahun ini kita meluncurkan program Jejaring Pelatih Saman Se-Indonesia dan Pembukaan Pelatihan Saman Massal virtual,” kata Aminnulah Adnan.
Tari Saman ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia dalam Sidang Ke-6 Komite Antar-Pemerintah Unesco di Nusa Dua, Bali, 24 November 2011.
Baca juga: Kronologi Petugas Dishub Pukul Sopir Mobil Pikap Setelah Gagal Menilang, Sopir Bawa Surat Lengkap
Sidang tersebut diikuti 400 peserta dari 137 negara. Pemerintah Kabupaten gayo Lues kemudian menetapkan tanggal 24 November sebagai Hari Saman Internasional.
Dalam sidang itu, Tari Saman dipertontonkan kepada seluruh peserta dan mengundang decak kagum dunia.
Suraiya Begum NDC dan Shadia Kathun, wakil dari Bangladesh, tak kuasa menyimpan kekaguman ketika menyaksikan pertunjukan Saman Gayo tersebut.
“Sangat indah. Sebuah tarian ekspresif dan dinamis. Meski saya tidak memahami syairnya, tapi saya mampu menikmati pertunjukannya. Tarian yang menyiratkan kekompakan,” kata Suraiya saat diwawancarai Serambinews.com seusai pertunjukan ketika itu.
Baca juga: Harga Emas Per Mayam dan Per Gram di Lhokseumawe Hari ini, Minggu (21/11/2021)
Suraiya adalah Sekretaris Menteri Kebudayaan Bangladesh.
Rasa kagum juga disampaikan wakil dari Uganda, Nauno Juliana Akurunyo.
“Saya menyaksikan tarian itu adalah pola perdamaian yang tentu harus mendapat latihan sangat keras dan ulet.
Saya kira tarian itu harus tetap dipelihara dan diajarkan tanpa henti kepada generasi muda,” katanya sambil berulang kali menyampaikan pujian.
Saman Gayo memang tarian yang atraktif. Ia terbentuk dari perpaduan beragam gerak yang seolah berlekuk-lekuk bagai bukit.
Di tanah asalnya, Gayo Lues, tarian itu biasa dipertunjukan dalam Saman Sara Ingi, yakni Saman satu malam suntuk yang biasa mengisi pada perayaan idul Fitri.
Baca juga: Viral di Medsos PNS Hilang, Terakhir Terlihat Dalan Pelayaran Sinabang-Singkil
Selanjutnya ada juga dikenal “Bejamu Saman” yakni saman yang dipentaskan selama dua hari dua malam dari grup Saman yang berasal dari kampung berbeda.
Selanjutnya ada juga dikenal Saman pertunjukan, yakni Tari Saman untuk menyambut para tamu.
Saman Gayo berasal dari negeri “seribu bukit” Gayo Lues, adalah tarian yang sudah berkembang sejak abad 13—bahkan jauh sebelum itu —dan mampu dipertahankan orisinalitasnya sampai tujuh abad kemudian.
Sampai sekarang generasi muda Gayo Lues tak pernah berhenti memainkan Saman, sebagai bagian dari kehidupan keseharian.
Baca juga: Direktur Utama PT Dunia Barusa Bangun Masjid di Aceh Utara
Tarian ini menyebar di kabupaten-kabupaten yang didiami komunitas Gayo, yakni Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lokop (Aceh Timur) dan Serbejadi (atau Pulau Tiga) di Aceh Tamiang.
Tapi komunitas yang paling ramai ada di Gayo Lues, kabupaten yang letak daerahnya berbukit-bukit, dan dikenal Daerah Seribu Bukit.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/menteri-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif-menparekraf-sandiaga-salahuddin-uno-2021.jpg)