Breaking News:

World Superbike Mandalika Ditunda, Pembalap Main Hujan-hujanan

Tapi, Dominique Aegerter, juara dunia Supersport World Championship (WorldSSP) dari tim Ten Kate Racing Yamaha memanfaatkan momen itu

Editor: bakri
ANTARA/ANDIKA WAHYU
Pembalap Ten Kate Racing Yamaha, Dominique Aegerter, mandi hujan di depan paddock saat hujan deras mengguyur Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (20/11/2021). 

* Cuaca Tak Bersahabat

Tapi, Dominique Aegerter, juara dunia Supersport World Championship (WorldSSP) dari tim Ten Kate Racing Yamaha memanfaatkan momen itu dengan main hujan-hujanan. Di depan paddock timnya, Dominique membuka baju lalu mandi di bawah guyuran hujan yang cukup deras.Dia tampak senang dan menikmati hujan tersebut. Sementara kru tim memberikan Dominique sabun layaknya orang mandi pakai shower.

Balapan World Superbike (WorldSBK) di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang seharunya dilaksanakan Sabtu (20/11/2021), ditunda dan akan dilanjutkan Minggu (21/11/2021) hari ini. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat race 1 WorldSBK yang harusnya dimulai pukul 15.00 WITA, kemarin, akhirnya batal digelar.

Penyelenggara balap, dalam hal ini Dorna dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memutuskan race 1 WorldSBK dijadwalkan ulang besok (hari ini-red). Pengumuman tersebut disampaikan melalui layar monitor di tribun penonton. Race 1 WorldSBK dijadwalkan pukul 11.00 WITA. Kemudian, race 3 Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) pukul 12.30 WITA.Sementara jadwal race 2 WorldSBK dan Superpsort World Championship (WorldSSP), yang harus digelar hari ini  belum diputuskan waktu balapannya.Tertulis dalam layar monitor di tribun, ”WorldSBK dan WorldSSP Race 2 Confirmed.”

Dengan kepastian tersebut, para penonton yang sudah siap di menyaksikan aksi Toprak Razgatlıoğlu dan Jonathan Rea terpaksa membubarkan diri.Tapi, sebagian lagi memilih foto-foto di sirkuit yang baru diresmikan. Sebagian lagi,  pulang dengan rasa kecewa.

Tapi, Dominique Aegerter, juara dunia Supersport World Championship (WorldSSP) dari tim Ten Kate Racing Yamaha memanfaatkan momen itu dengan main hujan-hujanan. Di depan paddock timnya, Dominique membuka baju lalu mandi di bawah guyuran hujan yang cukup deras.Dia tampak senang dan menikmati hujan tersebut.

Sementara kru tim memberikan Dominique sabun layaknya orang mandi pakai shower.Kepada wartawan yang menyapanya, Dominique Aegerter berharap hari esok (hari ini-red) akan labih baik dari hari ini, sehingga balapan bisa digelar.

Dalam ajang balap bergengsi ini, sirkuit yang memiliki nama resmi Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit tersebut sudah menyita perhatian publik termasuk para pembalap internasional. Sirkuit dengan 17 tikungan ini memiliki daya tarik tersendiri. Selain letaknya yang berdekatan dengan pesisir pantai Mandalika, arena balap ini juga dinilai memiliki trek lintasan yang selalu menantang.

Hal itu disampaikan pembalap Alvaro Bautista asal Spanyol yang bergabung dalam Honda Racing Corporation (HRC) Team. "Aku suka sekali dengan treknya, aku juga selalu merasa tertantang dengan lintasan baru," kata Bautista saat meet and greet bersama pembalap motor Honda lainnya, Jumat (19/11/2021) lalu.

Adapun tantangan yang dimaksud Bautista yakni banyaknya tikungan dalam lintasan balap ini yang membutuhkan kecepatan. Atas hal itu, peraih juara dunia MotoGP kelas 125 cc pada 2006 ini mengaku sangat menyukai sirkuit yang menjadi kebanggaan Indonesia khususnya masyarakat Mandalika tersebut. "Di sini, banyak tikungan yang membutuhkan kecepatan, saya sangat menyukai sirkuitnya," beber Bautista.

Kendati begitu, mengingat Indonesia merupakan negara tropis serta letak sirkuit yang berada di dekat pantai, Bautista menilai sirkuit yang memiliki panjang lintasan 4,31 kilometer (Km) itu berhawa panas."Sirkuit ini terasa sangat panas, tapi juga unik," ucapnya.

Tak hanya kepada arena balapnya, pembalap berusia 36 tahun itu juga mengaku menyukai penggemar dan masyarakat di Indonesia.Tak terkecuali, kata dia, terhadap gaya dan budaya orang Indonesia. “Saya suka dengan gaya dan budaya orang Indonesia. Saya suka penggemar di sini. Jadi, selain trek, saya juga menyukai orang-orang Indonesia," tutup Alvaro Bautista. (tribun network/rizki/sirtupillaili)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved