Panen Padi
BPTP Panen Perdana Padi Sistem VUB di Gayo Lues, Ini Luas Lahan dan Jenis Varietas Padinya
Tanaman padi yang dikembangkan tersebut berada di atas lahan milik warga seluas sekitar 14 hektare (Ha) di bawah dua kelompok...
Penulis: Rasidan | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Rasidan | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh bersama Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues (Galus) melakukan panen perdana tanaman padi di kecamatan Blangjerango, Senin (22/11/2021) kemarin.
Tanaman padi yang dikembangkan dalam kegiatan demfarm pengembangan VUB padi khusus dan spesifik tersebut, dalam rangka meningkatkan produksi padi di dataran tinggi Gayo Lues dan untuk pemberdayaan ekonomi petani di era pandemi tersebut.
Ketua pelaksana kegiatan, Husaini SP dalam rilis yang diterima Serambinews.com, Selasa (23/11/2021) mengatakan, temu lapang dan panen perdana digelar di kampung Penosan kecamatan Blangjerango.
Tanaman padi yang dikembangkan tersebut berada di atas lahan milik warga seluas sekitar 14 hektare (Ha) di bawah dua kelompok tani (Poktan) yakni Poktan Pemimpin dan Walang Sangit.
Husaini mengatakan, tanaman padi yang dikembangkan tersebut yakni varietas inpari 16 dan inpari 28 serta inpari Nutrizinc, Gogo luhur I dan ciherang sebagai varietas eksisting yang selama ini menjadi andalan petani di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Dr Rachman Jaya, mewakili Kepala BPTP Aceh, mengatakan, kegiatan itu untuk memberikan informasi tentang penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi dan mendiseminakan informasi teknologi budidaya padi yang tepat di dataran tinggi Gayo.
“Jenis VUB yang diuji bukan hanya dilihat dari tingkat produksinya, tapi juga rasa nasi dan bentuk bulirnya serta juga ketahanan terhadap hama penyakit,"sebutnya.
Senada, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Galus, Said Bakhtiar, mengaku, salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi petani di sini adalah dengan memberikan demplot percontohan dan bimbingan budidaya yang tepat kepada petani tersebut.
Menurutnya, selama ini produksi padi petani masih sangat rendah yakni berkisar 3,0 hingga 3,5 ton per hektare.
" Alhamdulillah, melalui hasil ubinan yang dilakukan oleh petugas lapangan pada Demfarm tersebut, hasil produksi atau panennya dapat mencapai 4,8 ton per hektare. Tentu hal ini memberikan pendapatan lebih kepada petani itu sendiri," sebutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/panen-perdana-padi-di-blangjerango.jpg)