Sabtu, 11 April 2026

Penabalan Nama Jalan

Laksamana Malahayati Jadi Nama Jalan di Jakarta

Pemerintah DKI Jakarta menabalkan nama Laksamana Malahayati sebagai salah satu nama jalan di Ibukota Jakarta.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat memberikan pidato singkat serta ucapan terima kasih atas peresmian nama jalan Laksamana Malahayati secara daring di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Aceh menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah DKI Jakarta, karena telah menabalkan nama Laksamana Malahayati, pahlawan nasional asal Aceh sebagai salah satu jalan di Ibukota Jakarta.

Ungkapan terima kasih Pemerintah Aceh disampaikan Gubernur Nova Iriansyah secara virtual, dalam acara peresmian nama jalan Laksamana Malahayati di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/11/2021).

"Saya mewakili Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh berterima kasih kepada Pemerintah DKI Jakarta, terkhusus kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang telah menginisiasi pemberian nama jalan Pahlawan Aceh, Laksamana Malahayati, atau Laksamana Keumalahayati," kata gubernur.

"Dari perjuangan Keumalahayati itu patut kita dijadikan contoh, apalagi bagi generasi muda sekarang. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjuangan Beliau. Seorang perempuan yang gigih berani dalam menumpaskan penjajahan," sebutnya.

Sehingga, tambahnya, dengan diabadikan nama Keumala Hayati sebagai nama salah satu jalan di Jakarta, akan mengingatkan  bagaimana perjuangannya dulu. “Dan ini juga akan menjadi sebuah nilai sejarah bagi Indonesia, khususnya Aceh.”

Baca juga: Erick Thohir Minta Toilet di SPBU Digratiskan, Petugas di Jaksel Menolak, Ini Alasannya

Baca juga: Taklukkan Aceh Tengah 1-0 di Babak Play-off, Aceh Singkil Amankan Tiket Terakhir ke PORA 2022

Ketua Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta, Dr Ir Surya Darma MBA juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta karena sudah beriniasi dan mengapresiasi kepada salah satu pahlawan Aceh Laksamana Keumalahayati.

"Laksamana Malahayati adalah jenderal pertama di dunia seorang wanita yang menjadi panglima angkatan laut. Karena sampai saat ini belum ada lagi panglima perang di dunia," katanya.

Oleh karena itu, tambahnya, penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, kemudian diabadikan pemerintah DKI pada sebuah jalan, itu merupakan sebuah penghormatan kepada Pahlawan yang berasal dari Aceh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ph.D mengatakan, peran Laksamana Malahayati dalam menghadapi penjajah patut diapresiasi, dan didedikasikan namanya.

"Apalagi perjuangan yang diberikan untuk bangsa ini sangatlah luar biasa. Seorang perempuan yang pemberani dan gigih dalam memimpin peperangan," katanya.

"Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini tanggal 23 November 2021, nama jalan Laksamana Malahayati resmi dibuka," sebut Anis.

Ia menambahkan, di Jakarta bukan hanya nama Laksamana Malahayati yang telah dipermanenkan, sebelumnya ada juga sejumlah nama pahlawan asal Aceh yang sudah dipermanenkan baik nama jalan ataupun masjid.

"Seperti Masjid Cut Meutia, Masjid Cut Nyak Dien, Jalan Teuku Umar, Jalan Panglima Polim, dan Jalan Teungku Chik di Tiro," katanya.

Ia menyebutkan, dipermanenkan nama pahlawan ini merupakan sebuah bentuk penghormatan yang diberikan kepada mereka, karena sudah berjuang melawan penjajah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved