Breaking News:

Salam

Puan dan Prabowo Mulai Bermanuver

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri terlibat dalam pertemuan

Editor: bakri
Intagram: @puanmaharani
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan Rabu (17/11/2021). 

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri terlibat dalam pertemuan hangat di ruangan VVIP Istana Kepresidenan, Jakarta. Tak hanya kedua politisi kenamaan tersebut, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI-P Puan Maharani juga ada di ruangan itu.

Setelah foto pertemuan itu beredar, publik terutama para pengamat politik melihat pertemuan itu mengisyaratkan kemungkinan terjadinya koalisi dua partai politik yakni Gerindra dan PDI Perjuangan. Bahkan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan kemungkinan koalisi kedua partai tersebut sangat terbuka. "Soal kemungkinan koalisi di 2024 sangat terbuka sekali, PDIP dan Gerindra punya sejarah pertemanan yang panjang."

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, pertemuan antara Prabowo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Ketua DPP PDI-P Puan Maharani harus dimaknai sebagai ajang silaturahmi antar tokoh partai politik.

Menurut Dahnil, pertemuan yang hangat itu menandakan bahwa komunikasi antara PDI-P dan Gerindra selaku partai yang dinaungi Prabowo Subianto tetap terjaga dengan baik.

"Politik kita terlalu banyak membaca memproduksi teks dari simbol-simbol, lalu jadi ramai. Sebenarnya ini hal yang biasa saja, apalagi Bu Mega dan Mbak Puan, dengan Pak Prabowo komunikasinya selama ini sangat cair dan bahkan ketika berkontestasi silaturahminya tetap baik, dan itu tetap dijaga," kata Dahnil.

Sedangkan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menjelaskan dalam pertemuan itu, banyak hal yang didiskusikan antara Prabowo dan Megawati serta Puan Maharani. Singkatnya, kata Hasto, ketiganya mendiskusikan terkait perkembangan politik kebangsaan dan dinamika politik nasional.

Di luar itu, publik malah melihat pertemuan tersebut sebagai pematangan untuk menduetkan Puan dan Prabowo menghadapi Pemilu 2024. Seorang pengamat politik mengatakan, ada kelompok masyarakat yang ingin menjadikan PDIP-Partai Gerindra--peringkat pertama dan kedua Pileg 2019--berkoalisi di Pilpres 2024, dengan Prabowo sebagai presiden dan Puan Maharani sebagai wakil.

Prabowo antara lain dinilai sukses melengkapi alat utama sistem senjata (alutsista) dan membentuk Komponen Cadangan (Komcad). Sedangkan Puan dianggap sudah memiliki pengalaman politik yang cukup. Sebelum menjadi Ketua DPR, ia memang punya beberapa pengalaman lain: anggota DPR, pengurus partai, kemudian Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan selama 2009-2014. Puan juga terpilih karena kebesaran nama kakeknya, Sukarno, yang merupakan Presiden ke-1 Indonesia.

Tapi, di sisi lain para praktisi politik mengatakan, kemampuan berpolitik itu tidak bisa diwariskan, kecuali melalui proses pematangan yang panjang dan jatuh bangun. Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin, menilai peluang bagi kedua pasangan tersebut untuk menang pada pilpres mendatang sangatlah sulit. Dia menilai, barisan pendukung Prabowo saat ini sudah banyak yang berpindah haluan lantaran merasa dikecewakan. Sementara dari sisi Puan, elektabilitasnya masih terlalu rendah untuk mendompleng perolehan suara.

Meski demikian, Deklarator Poros Prabowo Subianto-Puan Maharani, Andianto, mengatakan, "Kami dari Poros Prabowo-Puan akan berjuang semaksimal mungkin agar capres-cawapres yang kami dukung dapat menjadi pemenang, sehingga Prabowo dan Puan Maharani bisa menjadi Presiden dann Wakil Presiden RI periode 2024-2029."

Di sisi lain, para pendukung Anies Baswedan, pendukung Airlangga Hartarto, pendukung Ganjar Pranowo, dan lain-lain juga memiliki keyakinan menang melebihi apa yang diyakini Andianto. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved