Breaking News:

Internasional

Pengelola SPBU di Pakistan Mogok, Protes Tarif Pajak, Pemerintah Ancam Ambil Tindakan Hukum

Seluruh pengelola SPBU di Pakistan memulai pemogokan nasional pada Kamis (25/11/2021). Mereka beralasan margin keuntungan semakin rendah yang

Editor: M Nur Pakar
AFP
Para pengendara harus antre di salah satu SPBU di Karachi, Pakistan pada Rabu (24/11/2021) malam, sebelum pemogokan nasional. 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Seluruh pengelola SPBU di Pakistan memulai pemogokan nasional pada Kamis (25/11/2021).

Mereka beralasan margin keuntungan semakin rendah yang diperburuk oleh langkah pemerintah menaikkan pajak.

Pemerintah Pakistan ingin meningkatkan pendapatan berdasarkan perjanjian dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

“Pemogokan ini bersifat nasional yang terjadi di seluruh Pakistan dan akan berlangsung untuk waktu yang belum ditentukan," kata Khwaja Asif Ahmed, Sekretaris Informasi Asosiasi Dealer Minyak Pakistan,

"Kami tidak akan membuat pompa kami beroperasi sampai tuntutan kami dipenuhi,” kanya kepada wartawan di Lahore pada Rabu (24/11/2021) malam.

Otoritas Pengatur Minyak dan Gas Negara (OGRA) telah mengatakan akan mencoba untuk mengekang dampak pemogokan.

Ditegaskan, setiap gangguan akan dihadapi dengan tindakan hukum.

"Semua perusahaan pemasaran minyak telah disarankan untuk memastikan pasokan minyak tidak terputus," ujar OGRA.

"Tim penegakan hukum OGRA berada di lapangan untuk memastikan hal yang sama," tambahnya.

“Siapa pun yang terlibat dalam gangguan minyak yang menyebabkan ketidaknyamanan publik harus ditangani secara ketat sesuai dengan undang-undang," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved