Breaking News:

Polda dan Disperindag Bahas Kenaikan Harga Pangan

Polda Aceh dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Rabu (24/11/2021) melakukan rapat kenaikan harga pangan jelang akhir tahun 2021

Editor: bakri
Polda dan Disperindag Bahas Kenaikan Harga Pangan
IST
Ir Mohd Tanwier MM

BANDA ACEH - Polda Aceh dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Rabu (24/11/2021) melakukan rapat kenaikan harga pangan jelang akhir tahun 2021.

Rapat berlangsung di Aula Disperindag dan dipimpin langsung oleh Kadisperindag Aceh, Ir Mohd Tanwier MT.

Hadir dalam rapat itu, Wakil Direskrimsus Polda Aceh, AKBP Herajadi SAg, Kadis Pangan Aceh Cut Yusminar, Ketua Perpadi Aceh Darmawan, Wakil Ketua Kadin Aceh H Ramli, Biro Ekonomi Setda Aceh, BPOM, dan anggota Tim Satgas Pangan lainnya.

Baca juga: Harga Pangan Dunia Capai Puncak, Panen Gandum dan Harga Minyak Sawit Jadi Penyebabnya

Baca juga: Satgas Cek Harga Pangan

Baca juga: Begini Kondisi Harga Pangan di Banda Aceh dan Aceh Besar Jelang Puasa, Relatif Stabil dan Stok Cukup

Mohd Tanwier mengatakan, secara umum stok pangan di Aceh menjelang akhir tahun 2021 masih cukup banyak. Hanya saja ada beberapa harga pangan yang meningkat disebabkan oleh naiknya harga bahan baku.

Misalnya minyak goreng curah kelapa sawit, harga ecerannya kini naik menjadi kisaran Rp 18.500-19.000/kg, dari sebelumnya Rp 13.000-15.000/kg.

“Harga minyak goreng curah meningkat dipengaruhi oleh kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan Crude Palm Oil (CPO).

TBS kelapa sawit dan CPO merupakan bahan baku minyak goreng curah, jadi ketika harganya meningkat, otomatis harga minyak goreng curah kelapa sawit ikut naik,” jelasnya.

Pemkab Aceh Timur, menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Forkopimda, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tentang Pengawasan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan, di Gedung Serbaguna Pendopo Idi, Selasa (21/7/2020).
Pemkab Aceh Timur, menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Forkopimda, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tentang Pengawasan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan, di Gedung Serbaguna Pendopo Idi, Selasa (21/7/2020). (SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI)

Sementara Ketua Perpadi Aceh, Darmawan, juga menyebutkan bahwa stok beras di pasar lokal dan di penggilingan sampai akhir tahun ini cukup aman.

Saat ini ia sebutkan, stok yang ada sekitar 89.000 ton dan stok itu bisa mengamankan persediaan beras di pasar lokal sampai Desember 2021 dan Januari 2022.

Namun ada beberapa kekhawatiran yang menurutnya bisa memicu kenaikan harga beras, seperti bencana banjir di Aceh dan Sumut, serta realisasi tanam padi musim tanam rendeng yang masih rendah.

“Kondisi itu mengindikasikan produksi beras tahun depan akan menurun dan hal itu bisa mendorong harga beras bergerak naik di pasaran dalam negeri,” sebutnya.

Menanggapi berbagai persoalan itu, Wadireskrimsus Polda Aceh, AKBP Heradi SAg mengatakan, tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan setelah rapat adalah adalah melakukan kunjungan ke lapangan untuk melihat perkembangan harga dan penjelasan dari pedagang.

Hasil kunjungan ke lapangan, kata Herajadi, harga pangan yang naik sementara ini adalah minyak goreng dan tepung terigu. Sedangkan telur ayam ras, gula pasir, beras masih relatif stabil.

Kenaikan harga minyak goreng dan tepung terigu ini akan kita laporkan ke atasan masing-masing supaya dicarikan solusinya.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved