Rabu, 29 April 2026

Ramai Soal Unggahan Data Pribadi Lewat Stiker Hingga Muncul Kejahatan, Ini Kata Pengamat Medsos

Pengamat media sosial Enda Nasution menyebutkan, sesungguhnya risiko yang sama atau kasus pencurian data pribadi tidak hanya terdapat dalam fitur "Add

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Mursal Ismail
Tangkapan Instagram
Stiker "Add Yours", fitur baru Instagram yang kini sedang trend di kalangan penggunanya dengan sejumlah tantangan. 

SERAMBINEWS.COM - Fitur baru Instagram , yaitu stiker "Add Yours" belakangan ini memang sedang menjadi trend tersendiri di kalangan pengguna media sosial tersebut.

Lewat fitur tersebut, pengguna bisa memulai sebuah tantangan yang biasa dibagikan lewat unggahan di Instastory-nya.

Tantangan itu kemudian bisa diikuti atau dilanjutkan oleh pengguna Instagram lainnya, dengan mengklik "Add Yours" pada stiker tersebut.

Beberapa di antara tantangan itu misalnya seperti berbagi foto pengguna yang suka menggunakan pakaian serba hitam, foto di pantai, hingga tantangan menunjukkan makanan yang menurut orang enak tapi penggunanya suka.

Namun, di antara tantangan lewat stiker "Add Yours" yang kini jadi trend pengguna Instagram, beberapa di antaranya menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan.

Yaitu tantangan yang menunjukkan informasi pribadi seperti menunjukkan foto masa kecil, beda usia dengan pasangan, menyebutkan nama-nama panggilan, di kota mana saja pernah tinggal, bahkan ada juga tantangan untuk menunjukkan tanda tangan.

Baca juga: Kabar Gembira, Kini Instagram Reels Bisa Hasilkan Uang hingga Ratusan Juta, Ini Syaratnya

Meski sedang menjadi trend, sebagian warganet ada yang tidak setuju dengan tantangan tersebut.

Berikut salah satunya.

Menurut mereka, membagikan informasi pribadi lewat fitur "Add Yours" berbahaya, karena bisa disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Terlebih lagi, pada dasarnya fitur ini bisa menimbulkan interaksi antar pengguna Instagram, baik yang saling mengikuti ataupun tidak.

Lantas, apa tanggapan pengamat media sosial?

Bagaimana dengan keamanan data pribadi pengguna yang mengikuti trend tersebut?

Baca juga: Penyerang Persiraja Banda Aceh Diincar PSIS Semarang, Paulo Henrique Follow Instagram CEO PSIS

Risiko pencurian data pribadi

Melansir Kompas.com, Kamis (24/11/2021), Pengamat media sosial Enda Nasution menyebutkan, sesungguhnya risiko yang sama atau kasus pencurian data pribadi tidak hanya terdapat dalam fitur "Add Yours" Instagram saja.

"Pada dasarnya tanpa stiker itu pun semua foto atau video yang kita posting ke IG Story selalu bisa dimanfaatkan untuk pihak tidak bertanggung jawab, kecuali akunnya kita private, jadi bukan karena fitur 'Add Yours'-nya itu," ujar Enda seperti dikutip dari Kompas.com.

Ia menyebut, setiap informasi yang dibagikan di media sosial memang memiliki risiko keamanan untuk dimanfaatkan oleh orang lain dalam kejahatan. "

Selalu ada spektrum antara keamanan dan informasi yang kita bagikan. Kalau mau aman sama sekali ya tidak ikut posting apa pun, di 'Add Yours' atau posting lainnya," tegas Enda.

Namun, hal ini bukan berarti para pengguna tidak bisa menggunakan fitur-fitur di media sosial.

Pemerhati keamanan Siber Yerry Niko juga memberikan tanggapan soal trend stiker "Add Yours" yang ramai digunakan oleh pengguna Instagram.

Dikatakan Yerry, fitur tersebut merupakan suatu permainan yang bisa membuat penggunanya terkecoh.

Menurut dia, fitur Add Yours juga membawa trend kemunduran dari apa yang disampaikan pengguna Instagram.

Baca juga: Kebijakan Facebook Tahun Depan, Hapus Iklan Sensitif Soal Praktik Agama hingga Orientasi Seksual

"Ini permainan lumayan bahaya ya, walau kelihatan sepele, karena membuka informasi personal di muka umum yang sering kali memicu konsekuensi yang tidak terpikirkan," ujar Yerry seperti dikutip dari Kompas.com dalam pemberitaannya Kamis (24/11/2021).

"Saya menganggap tren ini membawa kemunduran meski bungkusnya seperti keterbukaan," lanjut dia.

Lemahnya perlindungan data

Lebih lanjut Yerry mengungkapkan, masyarakat Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan budaya permisif, di mana mengesampingkan soal perlindungan data.

Ia mengatakan, permainan seperti fitur Instagram "Add Yours" ini tidak akan digubris atau tidak akan laku di negara yang menggagas pentingnya perlindungan data pribadi.

"Misalnya di Singapura, kuis model begini enggak akan laku, tapi di sini laku, memang artinya butuh lebih banyak lagi informasi, pembelajaran soal pentingnya melindungi data pribadi," ujar Yerry.

Hal ini ditekankan menilik banyaknya efek negatif dan merugikan yang sangat nyata.

Beberapa kasus akibat bocornya informasi data pribadi yakni kasus penipuan, peretasan akun, dan lainnya.

Amankah jika ikuti trend itu?

Pada dasarnya, semua tetap bisa dan relatif aman selama pengguna bijak menggunakan media sosial dengan mengetahui batasnya.

"Informasi mana yang kiranya aman untuk dibagikan dan informasi mana yang lebih baik kita simpan," kata Enda seperti dikutip dari Pemberitaan Kompas.com.

"Kalau mau lebih hati-hati ya waspada dengan informasi yang kita bagikan, lokasi, nama jalan, nomor rumah, data pribadi yang kita ikut posting," lanjutnya.

Baca juga: Facebook Resmi Berganti Nama Menjadi Meta, Bakal Berfokus Pada Teknologi VR dan AR

Data-data yang mengarah ke ranah pribadi memang lebih baik untuk tidak disebarluaskan, karena berisiko akan disalahgunakan.

Enda pun menyarankan agar para pengguna lebih bisa mawas diri dan berhati-hati dalam berbagi informasi di media sosial.

"Kita sebagai pengguna media sosial harus sadar bahwa apa pun yang kita posting masuk ke ranah publik dan bisa diakses oleh siapa pun," kata Enda.

"Jadi berhati-hati dengan info yang kita posting-kan, baik ke media sosial maupun ke orang yang baru kita kenal," sambung dia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Yerry Niko Borang sebagai pemerhati keamanan siber.

Dilansir dari Kompas.com, Yerry mengimbau kepada masyarakat bahwa semua informasi pribadi sebaiknya jangan diunggah di media sosial.

Adapun informasi pribadi yang dimaksud yakni segala informasi yang merujuk langsung ke identitas pribadi.

"Informasi pribadi itu seperti anak ke berapa, golongan darah, nama panggilan, dan lainnya, sebaiknya jangan," ujar Yerry seperti dikutip dari Kompas.com.

"Jika informasi yang tidak mengarahkan orang ke diri kita, bisa saja diunggah, misal artis favorit dan lainnya, karena ini tidak unik ke diri kita. Ada jutaan orang yang menyukai hal yang sama," lanjut dia.

Ia juga mengingatkan, panggilan yang unik baik bagi diri maupun anggota keluarga, semua yang berhubungan dengan informasi keuangan diri dan keluarga, sebaiknya tidak disebarkan di media sosial.

Tidak hanya informasi berupa teks, bentuk lain seperti foto dan video yang menunjukkan lokasi pribadi, atau yang memungkinkan orang untuk tahu cara masuk ke rumah dan lainnya itu yang perlu diperhatikan.

Jangan sampai kita teledor memberikan segala informasi privasi dan memicu hal yang tidak diinginkan terjadi. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

BERITA TERKAIT

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved