Breaking News:

Opini

Kedudukan Suami-Istri dalam Rumah Tangga

Kasus perceraian hampir setiap daerah di Aceh mengalami peningkatan yang signifikan, umumnya permohonan datang dari pihak istri

Editor: bakri
Kedudukan Suami-Istri dalam Rumah Tangga
IST
Dr. H. Agustin Hanafi, Lc., Ketua Prodi S2 Hukum Keluarga UIN Ar-Raniry, dan Anggota IKAT-Aceh

Oleh Dr. H. Agustin Hanafi, Lc., Ketua Prodi S2 Hukum Keluarga UIN Ar-Raniry, dan Anggota IKAT-Aceh

Kasus perceraian hampir setiap daerah di Aceh mengalami peningkatan yang signifikan, umumnya permohonan datang dari pihak istri. Banyak istri mengeluhkan sikap suami yang malas bekerja, berkegiatan tanpa tujuan, nongkrong dan menghabiskan waktu, main game online tanpa peduli kondisi keluarga.

Akhirnya istri terpaksa banting tulang bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Tatkala istri pulang ke rumah, masih harus menyiapkan makanan buat suami dan anak-anaknya, membereskan rumah, mencuci pakaian, dan lainnya.

Baca juga: Belum Setahun Menikah, Reza DA Bercerai dengan Valda Alviana, Pedangdut Ini Bakal Alami Hal Serupa

Baca juga: Syok Pertama Kali Lihat Wajah Asli Istri Tanpa Riasan, Pria Ini Langsung Ingin Cerai Usai Ijab Kabul

Baca juga: Ceraikan Istri, Seorang Ayah Nikahi Anak Kandung hingga Punya Keturunan, Kisahnya Berujung Tragis

Sedangkan suami tidak berinisiatif sedikitpun untuk membantu dan meringankan beban istri yang begitu berat karena merasa semua pekerjaan rumah sepenuhnya tanggung jawab istri, jika istri tidak melakukannya maka dianggap sebagai istri durhaka.

Ada juga keluhan dari para suami tentang istri yang larut dengan gaya hidup hedon, selalu membeli baju baru untuk menghadiri acara, sementara keuangan suami sangat sulit, istri asyik menonton drama Korea, gosip dan sinetron sehingga lupa mengupgrade diri yang meyebabkan masalah dalam komunikasi sehingga rentan cekcok.

Seimbang dan Sederajat

Akibat pernikahan muncul lah hak dan kewajiban suami-istri, ada yang bersifat materi, yakni suami berkewajiban menafkahi serta menyiapkan sandang, papan, pangan dan hal lain yang menjadi kebutuhan istri, dan yang bukan materi, yaitu perhatian dan kasih sayang.

Begitu juga istri harus menjaga marwah, melayani suami dan sebagainya.

Dalam Q.S. al-Baqarah: 228 disebutkan bahwa hak dan kewajiban suami-istri seimbang dan sederajat, tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka.

cerai
cerai ()
Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved