Breaking News:

Salam

Pantaslah Presiden Kecewa

Presiden Joko Widodo menyampaikan kekecewaan beratnya kepada para gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia karena para pimpinan provinsi

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Presiden Joko Widodo 

Presiden Joko Widodo menyampaikan kekecewaan beratnya kepada para gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia karena para pimpinan provinsi, kabupaten, dan kota dinilai lebih memilih menimbun anggaran di bank ketimbang membelanjakannya.

Jokowi mengungkapkan, menurut data terbaru, dana pemerintah provinsi (pemprov) yang mengendap di bank mencapai Rp 226 triliun.

Lebih memprihatinkan lagi, jumlah itu bukannya berkurang, justru terus meningkat dari bulan-bulan sebelumnya.

Baca juga: Komite I DPD RI Minta Presiden Joko Widodo Ganti Menteri yang Gagal Urusi Pandemi

Baca juga: Pemerintah Aceh Mengucapkan Selamat Yaumul Milad ke 60 Presiden Joko Widodo

Baca juga: Diresmikan Presiden Joko Widodo,BSI Bertekad Jadikan Indonesia Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia

"Saya harus ngomong apa adanya para gubernur, bupati dan wali kota, tadi pagi saya cek ke menteri keuangan masih ada berapa uang yang ada di bank.

Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi tidak turun justru naik. Saya dulu peringatkan di Oktober seingat saya Rp 170 (triliun), ini justru naik menjadi Rp 226 triliun," katanya, Rabu (24/11).

"Ini perlu saya ingatkan, uang kita sendiri aja tidak digunakan kok ngejar-ngejar orang lain untuk uangnya masuk, logikanya nggak kena.

(Harusnya) uang kita sendiri dihabiskan, realisasikan segera habis, waduh udah nggak ada APBD, APBN udah nggak ada, baru mencari investor untuk uang datang, logika ekonominya seperti itu.

Ini masih Rp 226 triliun, triliun lho, gede sekali ini," tambahnya.

Jokowi juga menjelaskan bahwa investasi memang merupakan jangkar pemulihan ekonomi. Namun, sebelum sampai ke situ, seharusnya uang yang ada dihabiskan lebih dulu.

Sebelum mengejar investor untuk menanamkan uangnya di Tanah Air, kata Jokowi, seharusnya uang yang ada dihabiskan dan direalisasikan terlebih dulu. "Jadi ini dihabiskan segera, habiskan dulu realisasi kan, baru kita berbicara investor 'mana uangmu realisasikan juga' itu dampaknya akan dobel.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved