Breaking News:

Berita Gayo Lues

Pemkab Gayo Lues Rayakan HUT Tari Saman ke-10 Sebagai Warisan Dunia tak Benda

Perayaan HUT Tari Saman yang ke-10 diperingati secara sederhana dan disiarkan secara live dari Balai Pendopo Bupati Gayo Lues.

Penulis: Rasidan | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Pemkab Galus merayakan Peringatan HUT Tari Saman ke-10, setelah disahkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya milik dunia tidak benda, perayaan diselenggarakan secara sederhana dan live streaming di Balai Pendopo Bupati Galus, Rabu (24/11/2021) 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Pemkab Gayo Lues (Galus) rayakan peringatan HUT Tari Saman ke-10 setelah disahkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya milik dunia tidak benda.  Moment itu dirayakan secara live streaming berlangsung di Balai Pendopo Bupati Galus, Rabu (24/11/2021).

Amatan Serambinews.com, para pejabat dilingkungan Pemkab Galus tersebut mengunakan baju serta selendang yang berbalut dan bermotif kerawang Gayo, hal itu bagian untuk merayakan momentum peringatan HUT Tari Saman ke-10 yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya milik dunia selama ini.

Kepala Dinas Pariwisata Galus, Irsan Firdaus, kepada Serambinews.com, Rabu (24/11/2021) mengatakan, perayaan HUT Tari Saman yang ke -10 diperingati secara sederhana dan disiarkan langsung secara live streaming dari Balai Pendopo Bupati Galus tersebut.

Irsan mengatakan, dalam perayaan dan peringatan Tari Saman sebagai warisan budaya milik dunia tidak benda yang telah disahkan oleh UNESCO tersebut, kali ini hanya dirayakan dan dimeriahkan dengan penampilan tari saman binaan Pemkab Galus.

Lanjutnya, selain itu juga ditampilkan penampilan tari Saman kolaborasi dengan tari bines dan seni pongot gayo.

Momen tersebut dirayakan sangat sederhana, hal itu disebabkan faktor pandemi Covid-19 yang belum berakhir, sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk merayakan dan memeriahkan moments perayaan tari Saman milik dunia tersebut yang berasal dari bumi negeri seribu bukit dan seribu hafiz Galus itu.

"Untuk tari saman melibatkan sebanyak 70 orang penari secara kolaborasi mulai dari Bupati beserta jajaran Forkompinda dan sejumlah kepala SKPK lainnya, sementara untuk seni tari benis maupun seni pongot melibatkan 15 orang penari yang merupakan tari bines  dan seni pongot binaan dinas Pariwisata," sebutnya.(*)

Baca juga: Ditegur Mendagri Soal Serapan Anggaran Rendah, Jubir Pemerintah Aceh: Realisasinya Masih Terkendali

Baca juga: Dosen Unimal Latih Warga Buat Pakan Ikan dari Daun Kelor

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved