Breaking News:

Berita Kutaraja

Areal Persawahan di Aceh Menyusut Drastis, Begini Data Distanbun

Di mana luas lahan baku sawah terus berkurang, bahkan pada tahun 2019 lalu, hanya tinggal 213.998 hektare (ha).

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
Serambi
Penampakan pondasi bangunan yang dibangun di atas areal persawahan di Kecamatan Langsa Timur. Foto direkam beberapa waktu lalu. SERAMBINEWS.COM/ZUBIR   

Laporan Masrizal  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Ir Cut Huzaimah MP mengungkapkan, saat ini Aceh juga sedang menghadapi persoalan yang serius dalam bidang pertanian. 

Di mana luas lahan baku sawah terus berkurang, bahkan pada tahun 2019 lalu, hanya tinggal 213.998 hektare (ha).

“Perkembangan sawah di Aceh semakin hari semakin menurun,” kata Kadistanbun.

“Jika dilihat perkembangan, sejak tahun 2016 kita masih memiliki lahan seluas 293.067 hektare, tapi pada tahun 2019 tinggal 213.998 hektare,” ungkap Huzaimah.

Kondisi itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada webinar nasional yang digagas Badan Pengurus Wilayah (BPW) Perhimpunan Sarjana Pertanian Indoensia (PISPI) Aceh, Sabtu (27/11/2021).

Kegiatan yang mengangkat tema 'Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Aceh' itu, juga menghadirkan beberapa pembicara lainnya, baik dari nasional maupun lokal.

Baca juga: Erosi Gerus Ratusan Hektare Sawah 

Yaitu Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, SSos, MSP, Ketua Presidium BPP Pispi, Dr Jamhari, SP, MP, Dewan Pakar BPW Pispi Aceh, Prof Dr Sabaruddin, MAgri, dan pengusaha milenial, Sarbaini, STp.

Huzaimah mengaku, perkembangan penyusutan luas lahan baku sawah di Aceh sudah sangat memprihatinkan.

Kondisi ini, ungkapnya, disebabkan oleh terjadinya alih fungsi lahan karena jumlah penduduk semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Populasi masyarakat Aceh semakin meningkat. Di satu sisi, luas lahan kita semakin menurun yang disebabkan adanya alih fungsi lahan dari sektor pangan berkelanjutan menjadi sektor-sektor lain. Termasuk alih fungsi ke permukinan dan sebagainya,” ujarnya.

Kendati prihatin dengan kondisi luas lahan sawah Aceh yang tinggal 213.998 hektare, namun Huzaimah mengaku masih bisa bangga dengan hasil produksi gabah Aceh.

Ia menyebutkan, Aceh berhasil menduduki rangking 8 secara nasional sebagai penghasil beras terbanyak.

Baca juga: Banjir Genangi Kluet Timur, Tanaman Padi di Persawahan Terancam Mati, Begini Kekhawatiran Warga

“Dengan luas lahan baku yang ada tersebut, kami tetap berupaya bagaimana meningkatkan produksi pangan kita,” urainya.

“Alhamdulillah pada tahun 2019, Aceh mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian karena meraih rangking 8 sebagai penghasil beras terbanyak,” ungkapnya.(*)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved