Breaking News:

Berita Bireuen

Sekdakab Bireuen Launching Posyandu Terintegrasi

Program tersebut merupakan inovasi nasional yang awalnya dilaksanakan di NTB dan Bali, kemudian diadopsi oleh sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Ibu-ibu Posyandu Gampong Kubu, Peusangan Siblah Krueng, Bireuen sedang melaksanakan kegiatan memeriksa bayi sehat dan lainnya dalam acara launching Posyandu terintegrasi. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sekdakab Bireuen, Ir Ibrahim Ahmad MSi, Sabtu (27/11/2021) melaunching Posyandu terintegrasi di halaman meunasah Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng Bireuen.

Posyandu terintegrasi yang diberi nama Keluarga Az-Zikra tersebut salah satu program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

Kepala Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Lisa Rita SKM kepada Serambinew.com mengatakan,  Posyandu terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak, juga pemberdayaan masyarakat dengan pengelolaan oleh Posyandu.

Program tersebut  merupakan inovasi nasional yang awalnya dilaksanakan di NTB dan Bali, kemudian Aceh mengadopsi, hingga saat ini sudah ada beberapa kabupaten/kota melaunching Posyandu keluarga.

Amatan Serambinews.com di halaman meunasah rangkaian kegiatan Posyandu mulai dari pemeriksaan bayi, ibu hamil, lansia, pemberian bue gateng kepada ibu hamil diwakili tiga orang ibu.

Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan  penghargaan kepada  bayi sehat, bayi asi eksklusif dan bayi lengkap imunisasi serta penyerahan bingkisan matahari dari Puskesmas Peusangan Siblah Krueng kepada Sekdakab Bireuen.

Baca juga: MK Putuskan UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Rafli: Kesempatan Penyesuaian dengan UUPA

Baca juga: Peserta SKB CPNS Kemenag Aceh Diingatkan Unggah Data Diri, Batas Waktu Sampai 30 November 2021

Sekdakab Bireuen dalam sambutannya antara lain mengatakan, posyandu keluarga merupakan  terobosan dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan, dengan pendekatan keluarga yang melaksanakan kegiatan secara rutin tiap bulan, dengan cakupan 5 program utama  yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana  (KB), Imunisasi, gizi dan diare serta  ditambah integrasi program dari lintas sektor, yaitu Posyandu Remaja, Lansia, BKB Paud dan TPA. 

Disebutkan, dengan adanya posyandu terintegrasi akan mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Posyandu keluarga juga merupakan salah satu upaya pembangunan SDM dalam mewujudkan manusia berkualitas di mulai sejak dini atau di bawah lima tahun.

Kualitas tumbuh kembang pada masa ini akan menentukan kualitas kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, kemampuan belajar dan perilaku sepanjang hidupnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri tim dari Dinkes Aceh, Dinkes Bireuen dan sejumlah pejabat lainnya, Sekdakab Bireuen mengatakan, saat ini di Bireuen  posyandu aktif  dalam strata Madya 499 dan Strata purnama sudah ada  131 Posyandu.

Launching Posyandu keluarga di Gampong Kubu, Peusangan Siblah Krueng harapnya dapat menjadi contoh untuk kecamatan lain dalam wilayah Bireuen. “Harapan kita bersama, ketika posyandu keluarga sudah berjalan masalah penanganan stunting, kematian ibu dan anak akan lebih baik lagi penanganannya demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved