Breaking News:

Berita Banda Aceh

Yayasan Bijeh InspirAktion Gelar Pelatihan Barista bagi Fakir Miskin

Yayasan Bijeh InspirAktion didukung oleh Baitul Mal Provinsi Aceh, Likot Coffee, dan IAJ Aceh mengadakan Training Barista, di Likot Coffee, Kopelma

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Yayasan Bijeh InspirAktion didukung oleh Baitul Mal Provinsi Aceh, Likot Coffee, dan IAJ Aceh mengadakan Training Barista, di Likot Coffee, Kopelma Darussalam, beberapa hari lalu. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Yayasan Bijeh InspirAktion didukung oleh Baitul Mal Provinsi Aceh, Likot Coffee, dan IAJ Aceh mengadakan Training Barista, di Likot Coffee, Kopelma Darussalam, beberapa hari lalu.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda Aceh agar siap berkompetisi dalam bursa kerja, terutama sebagai barista yang mana diketahui Aceh sebagai salah satu produsen kopi terbaik di dunia.

“Kita sebagai pemuda harus mampu mengambil peran dalam industri kopi,” kata Ketua Umum Yayasan Bijeh InspirAktion, Teuku Arriessa Sukhairi dalam keterangan tertulis yang diterima Serambinews.com, Sabtu (27/11/2021).

Ia menyampaikan hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs): tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi dan juga kemitraan untuk mencapai tujuan.

Baca juga: Terkait Karyawan PDAM Lhokseumawe 11 Bulan Tanpa Gaji, Begini Penjelasan Kepala BPKD

Pertumbuhan ekonomi Aceh sudah positif pasca pandemi walau masih berada di bawah rata-rata nasional dan Sumatera Utara.

Dimana diketahui bersama secara nasional perenomian Indonesia porakporanda di tahun 2020 yang disebabkan pandemi Covid-19.

Ketua Panitia Training Barista, Muhammad Nawawi menyebutkan peserta pada pelatihan ini adalah remaja putus sekolah, fakir miskin, dan mustahik zakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan pengusaha-pengusaha baru sektor kopi di Aceh.

“Diharapkan kita mampu menciptakan variasi minuman berbahan baku kopi dengan karakter minuman yang otektik dan mampu memenuhi keinginan pasar nasional,“ ujar Muhammad Nawawi.

Baca juga: Tabrakan Bus JRG dan Pikap di Bireuen, Ini Data Korban Luka Berat dan Ringan

Perekonomian Aceh berdasarkan lapangan usaha masih didominasi oleh industri pertanian dan perdagangan.

Pertumbuhan ekonomi Aceh pada tahun 2020 mengalami kontraksi yang cukup dalam -0,37 persen (year on year).

Dengan adanya rebound ekonomi yang terjadi pada triwulan II 2021, diperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2021 akan terus terakselerasi.

Dengan demikian diharapkan dapat bertumbuhnya bisnis-bisnis baru dari ide-ide kreatif anak muda Aceh yang nantinya mampu meningkatkan daya dorong ekonomi Provinsi Aceh menjadi lebih baik. (*)

Baca juga: Terungkap Motif Pos Polisi Diserang, Ternyata Terusik Akibat Penertiban Tambang Emas Ilegal

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved