Breaking News:

ASN yang Nekat Cuti pada Akhir Tahun Akan Diberi Sanksi Berat

Berdasarkan SE Menteri PANRB Nomor 13/2021, pembatasan cuti dan bepergian ke luar daerah untuk ASN juga telah diatur.

TRIBUNNEWS.COM
Kepala BKN Bima Haria Wibisana 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih tetap nekat cuti lalu bepergian ke luar kota saat libur Natal serta Tahun Baru akan diberikan sanksi berat.

Karena sudah jelas ada aturan aparatur sipil negara (ASN) wajib membatalkan cuti pada saat libur Hari Raya Natal 2021 serta Tahun Baru 2022.

"Kalau ada ASN nekat, lalu pulang terinfeksi Covid-19 sampai mengakibatkan klaster di lingkungan tempat tinggalnya maka ini pelanggaran berat karena membahayakan negara. Sanksinya tentu juga berat," ujar Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana dalam pernyataannya, Minggu (28/11/2021).

Karena itu Bima meminta seluruh ASN agar bersabar dan jangan eufora ingin berlibur. Sebab kata dia kondisi saat ini masih dalam suasana pandemi covid-19 ditambah lagi adanya kemunculan varian baru covid-19 jenis Omicron.

"Mohon untuk bersabar dan tak euforia dulu. Tidak perlu akhir tahun berbondong-bondong ke suatu tempat dan tetap tinggal di rumah. Ini semua demi kebaikan bersama," tutur dia.

Baca juga: Yayasan Uswatun Hasanah Aceh dan USK Teken MoU, Ini Bidang Kerja Sama Dijalankan

Baca juga: Ujian SKB CPNS di Nagan Raya 2-4 Desember, Peserta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Baca juga: Dosen Unimal Kenalkan Inovasi Produk Olahan Ikan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo telah menerbitkan larangan cuti akhir tahun 2021.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 26/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN Selama Periode Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Peraturan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Kemudian, berdasarkan SE Menteri PANRB Nomor 13/2021, pembatasan cuti dan bepergian ke luar daerah untuk ASN juga telah diatur.

ASN dilarang mengambil cuti dan bepergian ke luar daerah di minggu sama dengan hari libur nasional, baik sebelum maupun sesudah, yang berarti jatuh sejak 20 Desember 2021.

Baca juga: Dosen Unimal Ajar Ibu-ibu Olah Ikan Barakuda Jadi Empek-Empek, Lebih Bernilai Dibanding Ikan Asin

Baca juga: Geser Sebagian Pokir Dewan untuk Tutupi Honor Pegawai Kontrak, Sikap PKS Aceh Tamiang Tuai Pujian

Baca juga: Ketua Ilmuwan Indonesia Internasional: Banyak Hasil Penelitian di Indonesia Tak Ada yang Membacanya

"Bagi ASN yang sudah jauh-jauh hari berniat mengambil cuti akhir tahun, apalagi berlibur, segera batalkan," kata Bima.

Larangan dikecualikan bagi ASN yang cuti melahirkan dan cuti sakit bagi PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Tentu ada dispensasi dalam keadaan kedaruratan, seperti sakit atau melahirkan," katanya.

Dikutip dari laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dapat memberikan hukuman disiplin pada pegawai yang melanggar ketentuan yang berlaku. Pelanggaran dapat dilaporkan melalui tautan https://laporwfh.menpan.go.id/login paling lambat tiga hari kerja sejak berakhirnya berakhirnya periode Natal-Tahun Baru.(Tribun Network/kps/yud/wly)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved