Breaking News:

Berita Aceh Utara

DPO Kasus Sabu dalam Gubuk di Aceh Utara Gunakan Nomor Ponsel Luar Negeri, Polisi Kesulitan Melacak 

Pria yang sudah masuk DPO tersebut berinisial S, warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal, MM. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Pria yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus sabu-sabu dengan barang bukti yang disita enam kilogram lebih, ternyata menggunakan nomor handphone atau telepon selular (ponsel) luar negeri untuk berkomunikasi dengan jaringannya.

Karena itu, polisi harus bekerja ekstra untuk mendeteksi keberadaan pelaku. 

Pria yang sudah masuk DPO tersebut berinisial S, warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Pria S tersebut adalah pelaku yang menyerahkan sabu-sabu sebanyak tujuh kilogram kepada Muchtar alias Apacut (55), warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pada 8 November 2021, di kawasan Keude Geureubak, kawasan Idi, Aceh Timur. 

Sedangkan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara meringkus Apacut bersama enam kilo lebih sabu-sabu di sebuah gubuk dalam kebun kawasan Desa Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pada 11 November 2021.

Dari tujuh kilogram sabu-sabu yang diterima tersangka, satu kilogram yang dipaketkan sudah diedarkan. 

Baca juga: VIDEO Polisi Ciduk Warga Mbatu Bulan Sepakat Miliki Sabu 16 Bungkus

“Karena kita belum memiliki IT (teknologi informasi), kita sudah minta bantu Polda Aceh untuk pengembangan kasus tersebut,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal, MM kepada Serambinews.com, Minggu (28/11/2021).

Sebab, dalam proses penyelidikan, kata AKBP Riza, personel kesulitan untuk melacak keberadaan pria yang sudah masuk dalam DPO. 

Karena pria berinisial S menggunakan nomor handphone luar negeri ketika berkomunikasi dengan jaringannya

Sehingga tidak mudah untuk melacak keberadaannya jika hanya mengandalkan berdasarkan hasil pengumpulan informasi dari lapangan saja.

“Ada beberapa modus yang kita temukan dari kasus sabu-sabu selama ini, di mana pelaku menggunakan nomor dari luar negeri sehingga harus pakai IT. Kalau secara manual, sedikit terkendala,” ungkap Kapolres Aceh Utara.

 Selain itu, hasil penyelidikan sementara mengungkap fakta bahwa pria berinisial S termasuk DPO kasus lama juga. 

Baca juga: Sabu Enam Kilo yang Disita dalam Gubuk di Aceh Utara akan Diedar ke Pulau Jawa 

Hasil pemeriksaan sementara, sebut Kapolres Aceh Utara, sabu tersebut juga akan diedarkan ke luar Aceh, yaitu Pulau Jawa. Karena harga di sana mencapai Rp 1 miliar perkilogram. 

"Sedangkan harga di kawasan Aceh, berdasarkan pengakuan tersangka, sekitar Rp 300 juta lebih perkilogramnya," pungkas Kapolres.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved