Breaking News:

Pangan Aceh Sangat Melimpah

Provinsi Aceh memiliki potensi pangan yang melimpah. Sayangnya belum termanfaatkan dengan baik sehingga menimbulkan dampak

Editor: bakri
For Serambinews.com
Wakil Ketua DPRA, Safaruddin. 

* Tapi Belum Dimanfaatkan dengan Baik

BANDA ACEH - Provinsi Aceh memiliki potensi pangan yang melimpah. Sayangnya belum termanfaatkan dengan baik sehingga menimbulkan dampak berupa ketergantungan Aceh pada Sumatera Utara (Sumut) dan masih tingginya angka stunting.

Kondisi tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin SSos MSP, saat menjadi pemateri pada webinar nasional yang digagas Badan Pengurus Wilayah (BPW) Perhimpunan Sarjana Pertanian Indoensia (PISPI) Aceh, Sabtu (27/11/2021).

Baca juga: Dinas Pangan Aceh Gelar Lomba Cipta Menu Berbasis Pangan Lokal, Aceh Selatan Juara I

Baca juga: Dinas Pangan Aceh Bagi-bagi Parcel Buah untuk Nakes yang Lakukan Vaksinasi

Baca juga: Dinas Pangan Aceh Gelar Gerakan Konsumsi Buah Lokal, Petani Berprestasi dapat Hadiah

Selain Safaruddin, kegiatan yang mengangkat tema 'Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Aceh', juga menghadirkan beberapa pembicara lainnya baik dari nasional maupun lokal.

Yaitu Ketua Presedium BPP Pispi Dr Jamhari SP MP, Kepala Distanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP, Dewan Pakar BPW Pispi Aceh, Prof Dr Sabaruddin MAgri, dan pengusaha milenial Sarbaini STp.

Dalam kesempatan itu, Safaruddin mengungkapkan sebenarnya Aceh memiliki potensi sebagai lumbung pangan dengan berbagai macam ragam sumber pangan menuju kedaulatan pangan.

Kadis Pangan Aceh Cut Yusminar APi MSi menyerahkan paket parcel buah lokal tenaga kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus SKM MKes di Banda Aceh Convention Hall, Banda Aceh, Selasa (24/8/2021).
Kadis Pangan Aceh Cut Yusminar APi MSi menyerahkan paket parcel buah lokal tenaga kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus SKM MKes di Banda Aceh Convention Hall, Banda Aceh, Selasa (24/8/2021). (SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM)

Sayangnya, potensi yang ada tersebut belum termanfaatkan dengan baik. Disisi lain, ternyata Aceh juga belum memiliki Qanun Aceh tentang Kedaulatan dan Kamandirian Pangan Aceh untuk memberikan kepastian hukum.

"Saat ini baru ada Pergup (Peraturan Gubernur) Nomor 52 Tahun 2020 tentang Gerakan Aceh Mandiri Pangan. Seharusnya Aceh sudah memiliki qanun dan ini juga menjadi tugas DPRA untuk melahirkan qanun ini," katanya.

Baca juga: Safaruddin dan Muslizar Tinjau Lokasi Pembangunan GOR

Baca juga: Bantu Ekonomi Warga Barsela Terdampak Covid-19, Safaruddin Serahkan Mesin Jahit Hingga Modal Usaha

Baca juga: Qanun LKS Diuji ke Mahkamah Agung, Safaruddin Merasa Rugi Penutupan Bank Konvensional

Selain itu, politikus Partai Gerindra ini juga menilai Aceh belum memiliki skema yang jelas dalam mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan sehingga munculnya berbagai permasalahan di lapangan.

"Potensi sumber daya alam, potensi geografis, potensi geo-strategik, dan geo-politik Aceh belum dapat dimanfaatkan secara baik dan menguntungkan dalam kemandirian ketahanan dan kedaulatan pangan Aceh," sebutnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved