Breaking News:

Berita Aceh Utara

Polres Aceh Utara Minta Tim IT Polda Aceh Bantu Buru DPO Kasus Sabu 6 Kg 

“Dalam proses penyelidikan, personel kesulitan untuk melacak keberadaan pria yang sudah masuk dalam DPO,”ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal MM

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ JAFARUDDIN
Kapolres Aceh Utara, AKBP AKBP Riza Faisal menginterogasi tersangka di sela-sela konferensi kasus sabu beberapa waktu lalu. 

“Dalam proses penyelidikan, personel kesulitan untuk melacak keberadaan pria yang sudah masuk dalam DPO,”ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal MM, kepada Serambinews.com, Senin (29/11/2021).

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Polres Aceh Utara meminta Tim Informasi teknologi (IT) Polda Aceh, untuk membantu memburu pria yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus sabu-sabu dengan barang bukti yang disita enam Kg lebih. 

Karena pria berinisial S tersebut, menggunakan nomor handphone luar negeri untuk berkomunikasi dengan jaringannya.

Karena itu, polisi harus bekerja ekstra untuk mendeteksi keberadaan pelaku. 

DPO berinisial tersebut warga Kecamatan Peureulak, Aceh Timur.

Ia adalah pelaku yang menyerahkan sabu-sabu sebanyak tujuh Kg kepada Muchtar alias Apacut (55) warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pada 8 November 2021 di kawasan Keude Geureubak, kawasan Idi Aceh Timur. 

Namun, saat personel Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara meringkus Apacut di sebuah gubuk dalam kebun, Desa Krueng Lingka Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pada 11 November 2021, polisi berhasil menyita enam dari tujuh Kg sabu-sabu yang diterima tersangka dari S.

Baca juga: Diburu Selama 9 Bulan dalam Kasus Sabu, Tersangka DE Diringkus Saat Pulang ke Rumah di Ulee Kareng

Sedangkan satu Kg lagi sudah dipaketkan untuk diedarkan. 

“Dalam proses penyelidikan, personel kesulitan untuk melacak keberadaan pria yang sudah masuk dalam DPO,”ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal MM, kepada Serambinews.com, Senin (29/11/2021).

Karena pria berinisial S menggunakan nomor handphone luar negeri, ketika berkomunikasi dengan jaringannya.

Sehingga tidak mudah untuk melacak keberadaannya, jika hanya mengandalkan berdasarkan hasil pengumpulan informasi dari lapangan saja, tapi butuh alat untuk melacak keberadaan DPO tersebut. 

“Karena kita belum memiliki IT (teknologi informasi), kita sudah minta bantu Polda Aceh untuk pengembangan kasus tersebut,” ujar AKBP Riza Faisal MM. 

Karena kalau secara manua,l sedikit terkendala.

Selain itu, hasil penyelidikan sementara pria berinisial S termasuk DPO kasus lama juga.(*)

Baca juga: Pelaku Pakai Nomor Hp Luar Negeri, Kasus Sabu 6 Kilogram

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved