Tim 9 Hadirkan Mantan Menteri, Bahas Strategi Pembangunan Aceh
Pertemuan kali ini mengusung tema Percepatan Pengembangan Ekonomi Aceh dengan mengundang Dr Ir Azwar Abubakar MM sebagai narasumber tunggal.
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim 9 yang terdiri atas sembilan lembaga vertikal bidang ekonomi dan pembangunan di Aceh melaksanakan pertemuan berkala di Aula Paopia Garden Café & Resto, Gampong Pango Deah, Banda Aceh, Selasa (30/11/2021) sore.
Pertemuan ini sekaligus menandai genap satu tahun usia Tim 9 yang dibentuk pada November tahun lalu.
Tim 9 ini terdiri atas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Aceh, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Aceh, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Aceh, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Provinsi Aceh, dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh.
Pertemuan kali ini mengusung tema Percepatan Pengembangan Ekonomi Aceh dengan mengundang Dr Ir Azwar Abubakar MM sebagai narasumber tunggal.
Baca juga: Diberi Nama Rayyanza Malik Ahmad, Ini Arti Nama Anak Kedua Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
Baca juga: Viral Juru Parkir di Medan Ludahi dan Tampar Ibu-ibu, Ini Permasalahannya
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh tahun 2004-2005 dan mantan menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) ke-15 ini membahas tentang Strategi Pembangunan Aceh.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Achris Sarwani, dalam upaya bersama untuk pemulihan dan pengembangan ekonomi Aceh diperlukan sinergi yang erat antarpemangku kebijakan lintas instansi/lembaga di provinsi ini.
“Untuk itulah Tim 9 kita bentuk dengan harapan memudahkan koordinasi dan menyatukan langkah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan mendorong bangkitnya ekonomi kerakyatan di Aceh,” ujarnya.
Achris Sarwani yang bertindak sebagai moderator kemudian mempersilakan Safuadi dari Bea Cukai Aceh untuk mereview hasil pertemuan sebelumnya saat Tim 9 bersilaturahmi dengan Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah MKes.
Antara lain disampaikan bahwa Sekda Aceh bersama Sekda kabupaten/kota se-Aceh mempunyai konsen dan kesamaan visi untuk percepatan penurunan angka kemiskinan di Aceh.
Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Jokowi 8 Desember 2021, Sejumlah Nama Calon Menteri Bermunculan
Kemiskinan di Aceh bahkan sudah sempat turun ke angka 14 persen, tapi kemudian balik lagi tahun ini ke angka 15. Sekarang angkanya tercatat 15,33 persen.
“Seharusnya bisa turun lagi dari itu. Makanya, sinergi apa yang harus kita lakukan bersama agar upaya pengentasan kemiskinan dan mendorong ekonomi kerakyatan di Aceh bisa jalan,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Aceh itu.
Safuadi menambahkan, sejauh ini, terkait keberhasilan pembangunan, hampir tidak ada ‘best practice’ di tingkat provinsi yang bisa diadopsi dan diduplikasi untuk diterapkan di tingkat kabupaten/kota di Aceh.
“Faktor perencanaan yang belum berkualitas, Silpanya juga terlalu besar,” kata Safuadi menyebut dua dari banyak persoalan ekonomi dan pembangunan di Aceh terkini.
Achris Sarwani kemudian mempersilakan Dr Azwar Abubabar untuk presentasi. Azwar langsung menyebut Tim 9 itu sebagai satuan kerja (satker) vertikal yang melakukan ‘collaborative governance’ strategis di Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tim-9-hadirkan-mantan-menteri-bahas-strategi-pembangunan-aceh.jpg)