Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Aceh Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Nasional dari Perpusnas RI

Penghargaan tersebut diumumkan oleh Perpustakaan Nasional RI dalam kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Tahun 2021 yang diselenggarakan secar

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Dr Edi Yandra MSP bersama Kabid Pembinaan, Pengembangan, dan Pengawasan Mustika Hayati MM sedang mendengarkan pengumuman penganugerahan Aceh sebagai Provinsi Terbaik Kategori Tim Sinergi Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2021. 

Penghargaan tersebut diumumkan oleh Perpustakaan Nasional RI dalam kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/12/2021) siang

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) tahun ini meraih penghargaan nasional. 

Ya, penghargaan sebagai provinsi terbaik untuk Kategori Tim Sinergi Provinsi Terbaik dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2021.

Penghargaan tersebut diumumkan oleh Perpustakaan Nasional RI dalam kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) Nasional Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/12/2021) siang.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra SSTP MSP, mengaku sangat bangga atas capaian dari Tim Sinergi Provinsi Aceh. 

Tim ini diketuai Mustika Hayati SSos MM selaku Kabid Pembinaan, Pengembangan, dan Pengawasan DPKA.

"Alhamdulillah, ini hasil yang sangat membanggakan dan mengharumkan nama Aceh," kata Edi Yandra kepada Serambinews.com, Kamis (2/12/2021) malam.

"Ini sebagai hasil nyata dari wujud komitmen kita telah membina beberapa perpustakaan kabupaten/kota dan perpustakaan desa/gampong untuk replikasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," ujarnya.

Saat ini, kata Edi, DPKA telah menerapkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di delapan kabupaten, meliputi Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Bireuen, Aceh Timur, dan Gayo Lues, serta 81 perpustakaan desa.

"Adapun replikasi Pemerintah Aceh hingga saat ini berjumlah 40 perpustakaan desa.

Sedangkan Perpustakaan Nasional RI telah memfasilitasi 41 perpustakaan desa di delapan kabupaten sehingga perpustakaan tersebut telah berhasil memproduksi aneka makanan olahan hingga berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat Aceh," beber Edi.

Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa program ini merupakan Program Nasional Prioritas 1 RPJMN 2020- 2024 yang salah satu tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan perekonomian masyarakat desa.

"Pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," urainya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan, Pengembangan, dan Pengawasan DPKA, Mustika Hayati MM menjelaskan bahwa selama ini DPKA telah membina dan melakukan pendampingan serta memonitoring program transformasi di delapan kabupaten dan desa yang menjadi target Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2021.

Mustika Hayati juga menyebutkan beberapa contoh tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di Aceh yang telah membuahkan hasil.

Misalnya, Perpustakaan Lam Ujong, Aceh Besar yang telah berhasil memproduksi beberapa olahan makanan kerupuk dan bambu masak.

Kemudian, Perpustakaan Nagan Raya yang berhasil memproduksi keripik pisang.

Selain itu, salah satu perpustakaan gampong di Aceh Tengah yang telah berhasil mengembangkan berbagai produk UMKM berbentuk minuman.

Terakhir adalah perpustakaan gampong di Aceh Tenggara yang berhasil memproduksi sabun.

Untuk mendukung program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi Aceh, kata Mustika, Tim Sinergi Aceh telah menyusun regulasi di antaranya, Peraturan Gubernur Aceh, Instruksi Gubernur Aceh, dan Draf Qanun Penyelenggaraan Perpustakaan.

"Saat ini Tim Sinergi sedang membangun jejaring dengan stakeholder terkait baik dari pemerintah maupun swasta yang diketuai Kabid Pembinaan, Pengembangan, dan Pengawasan DPKA yang beranggotakan unsur dari Bappeda Aceh, DPMG Aceh, Diskominsa Aceh, Disperindag Aceh, Biro Hukum Setda Aceh, dan pegiat literasi," kata Mustika.

Selain DPKA, beberapa kabupaten dan perpustakaan desa juga berhasil meraih penghargaan terbaik, di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gayo Lues.

Adapun perpustakaan desa yang mendapat penghargaan yaitu Perpustakaan Ulon Tanoh, Kabupaten Gayo Lues, Perpustakaan Desa Lambirah, dan Krueng Lamkareung, Kabupaten Aceh Besar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved