Internasional
Kasus Omicron India Bersifat Global, Sebelum Larangan Perjalanan Diberlakukan
Kasus Covid-19 varian Omicron yang ditemukan di India sebelum larangan perjalanan diberlakukan puluhan negara.
SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Kasus Covid-19 varian Omicron yang ditemukan di India sebelum larangan perjalanan diberlakukan puluhan negara.
India telah memiliki dua kasus Covid-19 varian Omicron.
Kementerian Kesehatan India mengatakan keduanya terdeteksi di negara bagian selatan Karnataka.
Tetapi, salah satu pria yang dites positif tidak memiliki riwayat perjalanan.
Sehingga, memperkuat pandangan Omicron mungkin sudah menjadi varian kekhawatiran yang tersebar secara global.
Bahkan mungkin sebelum varian tersebut terdeteksi dan diberi nama oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Saat ini, sebanyak 23 negara sudah memiliki kasus Covid-19 varian Omicron, seperti dilansir BBC, Jumat (3/12/2021).
Kementerian Kesehatan India hanya memberikan usia dan jenis kelamin dari dua pasien positif Covid-19 varian Omicroan.
Tetapi, badan kota di Bengaluru, rumah bagi Lembah Silikon India dan ibu kota Karnataka, memberi informasi yang lebih terperinci.
Salah satu dari dua yang terinfeksi, seorang pria berusia 66 tahun yang telah melakukan perjalanan dari Afrika Selatan ke India pada 20 November 2021.
Baca juga: Kepala Ilmuwan WHO Akui Omicron Sangat Menular, Tetapi Tidak Perlu Panik
Sampelnya diambil di bandara Bengaluru.
Dia diisolasi di sebuah hotel setelah dites positif, tetapi tetap tanpa gejala selama tinggal di India.
Sampelnya dikirim untuk pengurutan genom pada 22 November, dan tes ulangi Covid-19 negatif pada 23 November.
Pria ini telah divaksinasi penuh dan meninggalkan Bengaluru menuju Dubai pada 27 November 2021.
Semua 24 kontak utamanya dilacak, ditemukan tanpa gejala, dan tes mereka negatif.
Namun kasus Omicron kedua di India lebih mengkhawatirkan.
Kasus omicron India tanpa riwayat perjalanan
Orang lain yang dinyatakan positif varian Omicron, pria berusia 44 tahun tanpa riwayat perjalanan internasional.
Dokter yang berbasis di Bengaluru itu mengalami gejala demam dan kelelahan pada 21 November 2021.
Dia dinyatakan positif Covid-19 pada hari berikutnya.
Meskipun tidak semua sampel dikirim untuk pengurutan, hasilnya menunjukkan nilai ambang batas siklus (Ct) yang rendah.
Penanda pasien masih menular dan mungkin berisiko terkena penyakit sedang atau berat.
Pada 25 November 2021, dia dirawat di rumah sakit dan dipulangkan tiga hari kemudian.
Baca juga: Malaysia Laporkan Kasus Pertama Covid-19 Omicron, Pelancong dari Afrika Selatan
Belakangan terungkap, dia terkena Covid-19 varian Omicron.
Dokter itu mencatat 13 kontak primer dan 205 kontak sekunder selama perjalanan penyakitnya.
Dari jumlah tersebut, lima dinyatakan positif Covid-19 tetapi bukan strain Omicron.
Garis waktu dari kedua kasus ini menimbulkan pertanyaan penting apakah penyebaran global Omicron dapat dicegah.
Strain ini pertama kali terdeteksi di Botswana dan Afrika Selatan pada awal November.
Kemudian, dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian yang dipantau pada 24 November.
Pada 26 November, WHO menyebut strain B.1.1.529 menjadi varian yang mengkhawatirkan.
Kemudian, memberinya alfabet Yunani Omicron.
Kedua kasus yang terdeteksi di India itu sebelum keberadaan Omicron diketahui dunia di luar komunitas sains.
Hal ini serupa dengan Belanda yang kini menjadi klaster kasus Omicron terbesar di luar Afrika bagian selatan.
Pejabat Belanda menemukan dua kasus Covid-19 varian Omicron antara 19 dan 23 November, sebelum Afrika Selatan mengumumkan temuannya.
Baca juga: Panama Larang Pelancong dari Delapan Negara Afrika, Cegah Masuknya Varian Omicron
Hal itu menegaskan kembali poin yang telah dicoba oleh para ilmuwan dan WHO tentang larangan bepergian.
Meskipun mereka mungkin bekerja pada tahap awal pandemi.
Larangan bepergian mungkin berlebihan ketika virus yang bermutasi telah menyebar ke luar negara asalnya.
Sebaliknya, pengujian ketat dan pelacakan kontak yang waspada lebih bermanfaat dalam mencegah wabah besar global.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/guru-antre-vaksin-covid-19-di-india.jpg)