Rabu, 15 April 2026

HaKTP

Peringati 16 HaKTP, Elemen Sipil di Aceh Gelar Nobar dan Diskusi Film 'Batas'

Nobar dan diskusi ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati 16 HaKTP yang berlangsung selama 16 hari.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Acara nobar film Batas di Hotel Ayani, Rabu (1/12/2021) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kampanye 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (HaKTP) merupakan kampanye untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Setiap tahunnya, peristiwa ini diperingati dengan mengangkat tema yang berbeda.

Dalam rangka memperingati 16 HaKTP 2021, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Flower Aceh bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang didukung oleh Forum Aktivis Perempuan Muda (FAMM) Indonesia menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi di Hotel Ayani, Rabu (1/12/2021).

Fatimah Zuhra, salah satu narasumber kegiatan tersebut mengatakan ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati 16 HaKTP yang berlangsung selama 16 hari.

Dimulai 25 November berbarengan dengan peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional, dan berakhir di tanggal 10 Desember berbarengan dengan hari Hak Asasi Manusia (HAM). 

"Selama 16 hari tersebut, ada sejumlah hari besar baik nasional maupun internasional, seperti hari Aids Sedunia 1 Desember, hari Difabel Internasional 3 Desember dan hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember. Untuk memperingatinya, berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan," kata Fatimah.

Baca juga: ISTRI Wajib Tahu! dr Aisyah Dahlan Ungkap 4 Cara Ikhlas Memaafkan Suami yang Selingkuh

Baca juga: VIDEO - Isu Pindah ke MotoGP, Ini tanggapan Juara WSBK 2021 Toprak Razgatlioglu

Fatimah menjelaskan alasan film berjudul 'Batas' dipilih karena alur cerita dalam film tersebut menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan dalam memberantas kekerasan dan melindungi hak-hak perempuan serta memperbaiki pendidikan di Kalimantan tepatnya di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

"Film Batas menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan yang bernama Jaleswari untuk memperbaiki program CSR dalam bidang pendidikan," kata Fatimah akrab disapa Fatin.

Fatin berharap kegiatan nobar dan diskusi ini dapat membangkitkan semangat anak muda Aceh untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan mendukung para korban untuk kembali menjalani kehidupan dengan baik.

Sementara Panitia Pelaksana, Febby, mengatakan tujuan film 'Batas' adalah supaya menyadarkan penonton, khususnya dari kalangan anak muda tentang permasalahan perempuan.

"Film ini sebagai role play agar terasa lebih nyata. Selamat merayakan hari anti kekerasan terhadap perempuan. Mulai dari diri sendiri yuk," ujar Febby.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kampus dan juga LSM.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved