Rabu, 22 April 2026

Kongres V JKPI

Produk UMKM Banda Aceh Laris Manis di Pameran JKPI

Berbagai macam strategi dilakukan Pemko bersama Dekranasda Banda Aceh dibawah kepemimpinan Hj Nurmiati

For Serambinews.com/HBA
Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Hj Nurmiati AR dan Wakil Ketua, Hj Fauziah berfoto bersama para pengunjung stand pameran Kota Banda Aceh di area BCC, Jumat (3/12/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BOGOR - Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin laris di pasaran, baik pasar nasional maupun internasional.

Berbagai macam strategi dilakukan Pemko bersama Dekranasda Banda Aceh dibawah kepemimpinan Hj Nurmiati AR dan Hj Fauziah, agar karya pengrajin Banda Aceh dikenal dan diminati hingga ke seluruh nusantara dan dunia.

Salah-satu cara yang ditempuh adalah dengan mengikutsertakan berbagai produk unggulan UMKM tersebut di berbagai event, termasuk di pameran Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang kongresnya berlangsung di Bogor, Jawa Barat. Pameran ini berlangsung dari tanggal 2 sampai dengan 5 Desember 2021.

Baca juga: Aminullah Sematkan Kupiah Meukeutop pada Ketua JKPI

Pada event JKPI kali ini, stand Kota Banda Aceh berada di area Bogor Creative Center (BCC), bersanding dengan stand-stand milik daerah lain di Indonesia yang merupakan anggota JKPI.

Stand Banda Aceh menjadi salah-satu yang paling menarik minat pengunjung karena menyediakan kopi yang langsung diracik oleh barista profesional.

Banyak pengunjung rela antri untuk mencoba menikmati Kopi Aceh yang memang sudah dikenal memiliki cita rasa tinggi.

Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Nurmiati AR, Jumat (3/12/2021) mengatakan kopi menjadi salah-satu produk yang paling laris selama stand Banda Aceh hadir di pameran JKPI di Bogor.

Baca juga: Nurmiati AR Ikuti Ladies Program di Bogor, Promosi Produk Lokal Banda Aceh

"Setelah menikmati kopi di stand mayoritas pengunjung, baik masyarakat Bogor maupun peserta JKPI membeli bubuk kopi yang telah dikemas. Mereka ingin menikmati kopi di rumah masing-masing," kata istri Aminullah.

Selain kopi, aneka jenis produk lainnya juga diburu oleh pengunjung, termasuk souvenir seperti tas motif Aceh, bros motif Aceh hingga bumbu mie Aceh yang telah dikemas untuk dipasarkan.

Untuk katagori kuliner, keumamah, dendeng ikan dan dendeng daging merupakan produk lokal yang sangat laris.

Baca juga: Dekranasda Kota Banda Aceh Boyong Tiga Penghargaan, Hj Nurmiati: “Ini Hasil Usaha UMKM”

Kata Nova, salah satu petugas di stand, keumamah, dendeng Aceh menjadi produk paling laku.

Selain itu, bumbu siap saji ayam tangkap, keripik kentang krispi dan keukarah juga paling diminati.

Untuk souvenir, dompet dan tas motif Aceh juga laku keras.
"Banyak juga yang beli bros motif Aceh, kipas Aceh hingga parfum merk lokal yang juga tersedia di stand.

Hj Nurmiati AR berharap produk-produk tersebut semakin mendapatkan tempat di pasaran.

Baca juga: Aminullah dan Nurmiati Raih Penghargaan Sejuta Akseptor dari BKKBN

Ia mengatakan, kualitas produk UMKM Banda Aceh tidak kalah dari daerah lain di Indonesia. Hanya saja promosi perlu terus digencarkan agar semakin dikenal di seluruh tanah air.

"Tentu kita berharap, dengan semakin dikenal maka akan semakin banyak yang pesanan sehingga berimbas pada meningkatnya kesejahteraan para perajin kita," harapnya.(*/hba)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved