Breaking News:

Opini

Satu Menit di Lampu Stop

Sekitar sebulan yang lalu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh resmi menerapkan sistem e-tilang lalu lintas di Kota Banda Aceh

Editor: bakri
Satu Menit di Lampu Stop
IST
Muhammad Yakub Yahya, Warga Dusun Al-Mukarramah Punge Jurong, Meuraxa, Banda Aceh

Oleh Muhammad Yakub Yahya, Warga Dusun Al-Mukarramah Punge Jurong, Meuraxa, Banda Aceh

Sekitar sebulan yang lalu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh resmi menerapkan sistem e-tilang lalu lintas di Kota Banda Aceh.

Nantinya, setiap pelanggar lalu lintas baik roda dua dan roda empat yang terekam CCTV akan dikirim bukti dan surat tilang ke alamat pemilik kendaraan sesuai dengan STNK.

Termasuk besaran denda yang harus dibayarkan melalui bank.

Maka secara resmi Ditlantas Polda Aceh memberlakukan e-tilang bagi pelanggar lalu lintas di Banda Aceh yang terekam CCTV.(aceh.tribunnews.com (2021/11/12).

Untuk tegakkan disiplin berlalu lintas, salah satu arah kebijakan ini, meski berlaku hanya untuk beberapa titip dulu. Banyak hal dan gaya yang bisa kita lihat, atau perlihatkan sejenak, mungkin satu menit, atau 60 detik di lampu stop.

Saat melintasi jalan raya dengan berjalan kaki, kereta, atau mobil, paling kurang, masih ada dua tanda tanya yang bikin penasaran sebagian kita.

Mengapa kenderaan di sini kian hari tambah padat, padahal jumlah harta dan warga kota pernah berkurang; dan lewat cara bagaimana kita dan saudara kita memperoleh kenderaan itu?

Sekilas, macet dan antrian panjang di persimpangan, hanya dua dari beberapa alas an untuk pembenaran, di sini, bahwa lajunya roda dua, empat, enam dan seterusnya cepat bertambah seusai musibah besar belasan tahun lalu itu.

Riuh ramai jalan raya semakin menarik dan meriah, sekaligus semakin menjengkelkan dan megesalkan, saat kita melewati jalan sempit dan lampu stop.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved