Breaking News:

Berita Aceh Besar

Wakil Ketua KPA Pusat Kukuhkan Pengurus KPA Wilayah Aceh Besar, Ini Pesan Abu Razak

Pihaknya menuntut, butir- butir MoU dari Pemerintah pusat agar diselesaikan atau direalisasikan.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ ASNAWI LUWI
Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), melantik dan mengukuhkan kepengurusan Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Atjeh Rayeuk (Aceh Besar) di halaman Kompleks Pemakaman Teungku Chik Di Tiro, Desa Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (4/12/2021). 

Pihaknya menuntut, butir- butir MoU dari Pemerintah pusat agar diselesaikan atau direalisasikan. 

Laporan Asnawi Luwi|Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), melantik dan mengukuhkan kepengurusan Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Atjeh Rayeuk (Aceh Besar) di Halaman Kompleks Pemakaman Teungku Chik Di Tiro, Desa Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (4/12/2021).

Ketua KPA Wilayah Atjeh Rayeuk (Aceh Besar), H Mukhlis Basyah SSos, dalam sambutannya, mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Pangdam IM, Kapolda Aceh atas bantuan demi terselenggaranya kegiatan Milad GAM dan Pemkab Aceh Besar atas bantuan sarana bus transportasi serta jajaran KPA yang telah bekerja keras untuk mensukseskan acara Peringatan Milad GAM ke - 45 di Meurue.

Hari ini, kata Muchlis Basyah yang juga mantan Bupati Aceh Besar itu, Milad GAM ke - 45, Alhamdulillah rakyat Aceh dengan darah yang ditumpahkan para pejuang GAM dan pemikiran yang dituangkan dalam perjuangan tidak akan mampu berdiri di sini, jika tidak ada dukungan dan doa dari rakyat Aceh. 

Perjuangan GAM di Aceh bukan perjuangan GAM saja, tetapi berkat perjuangan semua rakyat Aceh.

Lahirnya MoU  Helsinki antara Pemerintah RI dengan GAM adalah inilah merupakan perjuangan dari GAM untuk dipersembahkan bagi rakyat Aceh.

Menurut Muchlis Basyah, Provinsi Aceh pada dasarnya kaya, tetapi dibuat miskin, padahal dana Otsus Aceh 70 persen dan 30 persen untuk pusat.

Tetapi, untuk mengelola dana Otsus saja tidak mampu untuk mensejahterakan rakyat Aceh.

Baca juga: Milad GAM Ke-45, Eks Kombatan GAM Mulai Berkumpul di Kompleks Pemakaman Teungku Chik Di Tiro

"Kita berharap perdamaian di Aceh ini dapat tercipta secara hakiki," ungkap Muchlis Basyah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved