Breaking News:

Oknum Polisi Aniaya Tahanan

YARA Desak Polda Tindak Oknum yang Aniaya Tahanan

Safaruddin mengungkapkan, kasus penganiyaan terhadap tahanan sampai meninggal bukan hanya kali ini saja.

Penulis: Subur Dani | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Ketua YARA, Safaruddin 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), angkat bicara terkait kasus oknum polisi di Polres Bener Meriah yang melakukan penganiayaan terhadap tahanan kasus penadahan hingga meninggal dunia.

Ketua YARA, Safaruddin mengatakan, pihaknya mendesak Polda Aceh untuk mengusut dan menindak tegas oknum tersebut.

"Kami mendesak agar Kapolda Aceh mengusut dan menindak tegas oknum yang terlibat dalam kasus penganiyaan sampai meninggalnya orang yang ditangkap," kata Safaruddin.

Apalagi, sambungnya, sudah ada laporan polisi terhadap kasus ini. "Masyarakat resah dan marah atas kejadian ini, dan kita tidak ingin rakyat bertindak main hakim sendiri terhadap pelakunya," kata Safaruddin.

YARA mendesak, agara Kapolda Aceh menyampaikan secara terbuka pengusutan kasus ini seperti yang diatensi oleh Kapolri terhadap kematian seorang gadis di kuburan ayahnya. "Kasus ini juga sudah saya laporkan ke Kapolri dan Komisi III melalui akun Twitter Kapolri dan Ustaz Nasir Jamil," ujarnya.

Safaruddin mengungkapkan, kasus penganiyaan terhadap tahanan sampai meninggal bukan hanya kali ini saja.

"Beberapa bulan lalu kami juga mendapat laporan dari masyarakat di Idi, Aceh Timur, ada warga Aceh Timur saat ditangkap di Banda Aceh kondisi sehat tapi berselang jam kemudian sudah jadi mayat," ujarnya.

Salah satu oknum di Polres Aceh Timur sebelumnya kata dia juga menganiaya tahanan sampai meninggal bahkan mayatnya di buang ke sungai untuk tutupi jejak.

"Tapi kemudian terbukti bahwa tewas dianiaya di Mapolres Aceh Timur. Saat itu oleh Kapolda Rio Septianda Djambak oknum tersebut di proses dan di hukum 8 tahun penjara, tapi apakah dipecat atau tidak saya tidak ikuti lagi," ujarnya.

Baca juga: Pria Aceh Utara Diduga Dianiaya Polisi Hingga Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Polda Aceh

Atas kasus ini, sambung Safaruddin, rakyat gelisah dan marah atas tindakan arogan oknum di kepolisian dan tindakannya seakan mendapatkan legitimasi dari instansi tanp ada tindakan.

"Saya sendiri sebenarnya marah dengan tindakan oknum yang jahat, karena tindakan mereka itu telah membuat rakyat apatis terhadap penegak hukum, juga secara langsung melecehkan anggota polisi lain yang memang melindungi dan mengayomi rakyat. Karena tindakan mereka semua polisi dianggap sama, oleh karena itu, saya meminta Kapolda memberikan atensi khusus terhadap kasus ini," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved