Breaking News:

‘Bos Besar' Jadi DPO

DALAM pengungkapan kasus sabu-sabu 133 kilogram (Kg) itu, polisi hanya berhasil menangkap B alias Dedek

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar bersama Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Agus Kurniady Sutisna, Dirresnarkoba, Kombes Pol Ade Sapari, Kabid Humas, Kombes Pol Winardy, Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmud Hari Sandy, memperlihatkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dalam konferensi pers pengungkapan 133 sabu-sabu di Mapolda Aceh, Senin (6/12/2021). 

DALAM pengungkapan kasus sabu-sabu 133 kilogram (Kg) itu, polisi hanya berhasil menangkap B alias Dedek

Mengamankan semua barang bukti di rumahnya kawasan Desa Lhok Dalam, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, pada Jumat (3/12/2021).

Soal siapa sebenarnya pemilik barang haram tersebut, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM mengatakan, pemilik sabu-sabu seberat 133 kg tersebut masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polda Aceh dan Polres Aceh Timur.

‘Bos Besar’ dalam kasus tindak pidana narkoba itu adalah pria berinisial C yang kini menjadi DPO bersama seorang tersangka lain berinisial F.

Keduanya masih diburu oleh pihak kepolisian.

"Kita sudah kantongi identitas mereka, sekarang jadi DPO kita," kata Kapolda saat diwawancarai wartawan seusai konferensi pers di Mapolda Aceh, kemarin.

Kapolda juga menjelaskan, mobil Daishatsu Terios yang terparkir di rumah B dan berisi 60 bungkus sabu-sabu dengan kemasan teh Cina adalah milik C.

Tersangka mengaku bahwa keseluruhan sabu tersebut adalah milik C yang disimpan di rumahnya atas perintah C.

"Barang ini milik si DPO, itu mobil yang kita temukan berisi barang itu milik si DPO," jelas Ahmad Haydar.

Polda Aceh gagalkan peredaran 133 Kg sabu.
Polda Aceh gagalkan peredaran 133 Kg sabu. (SERAMBI/SUBUR DANI)

Kapolda didampingi Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Agus Kurniady Sutisna, juga menyebutkan, kasus sabu-sabu yang berhasil diungkap ini

Salah satu jaringan internasional.

Namun, kata Ahmad Haydar, kasus 133 Kg ini tidak ada kaitan dengan kasus sabu 100 Kg di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Barang haram itu, sebut Ahmad Haydar, hendak dibawa ke Medan dan Palembang.

"Ini jaringan internasional,  barang itu berasal dari Malaysia, luar Aceh.

Rencananya akan didistribusikan ke Medan dan Palembang, namun kami dapat menghalangnya," jelas Kapolda. (dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved