Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Kampanye Anti Stunting di Blang Poroh Lhokseumawe, Mahasiswa Bagikan Penunjang Gizi ke Anak

Kegiatan yang dimulai sejak 1 Desember 2021 ini dilaksanakan secara door to door yaitu dengan mendatangi rumah warga yang terdapat bayi dan balita.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Dok KKN Tematik K-04
Mahasiswa KKN Tematik 04 melakukan pendataan bayi dengan mengukur tinggi dan berat badan di Blang Poroh, Selasa (7/12/2021). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Kuliah Kerja (KKN) Tematik 2021 Kelompok 04 Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan pendataan terkait tumbuh kembang dan pemberian ASI pada anak di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe

Kegiatan yang dimulai sejak 1 Desember 2021 ini dilaksanakan secara door to door yaitu dengan mendatangi rumah warga yang terdapat bayi dan balita satu per satu. 

Proses pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai responden sesuai dengan kuesioner yang telah disusun berdasarkan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait tumbuh kembang dan gizi bayi dan balita. 

Selain itu, bayi dan balita diukur tinggi dan berat badannya. Setelah proses pengambilan data selesai, mahasiswa KKN Tematik membagikan makanan penunjang gizi. 

Makan tersebut hasil dari patungan kelompok, lalu terkumpul dana untuk membeli makan penunjang bagi anak.

Berdasarkan hasil pendataan yang telah dilakukan di lapangan, ditemukan masih rendahnya angka pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Baca juga: Tiga Anak di Aceh Tamiang Berhasil Bebas dari Stunting, Ini Lokasinya

Baca juga: Mahasiswa KKN Unimal Kumpulkan Dana Untuk Serahkan Sembako kepada Dua Warga Disabilitas

Baca juga: Cegah Stunting, Pemkab Aceh Utara Perluas Locus Penanganan Tahun 2022, Ibu Hamil Diberi Bu Kulah 

"Bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan telah diberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) seperti nasi yang dihaluskan, roti dan buah. Anak bayi harus diberikan makan ketika mulai lapar,” jelas Raja Muradi dari KKN Unimal Tematik Kelompok 04 kepada Serambinews.com, Selasa (7/12/2021).

Selain data tersebut, sambungnya, di Gampong Blang Poroh juga ditemukan usia ibu menyusui terendah yaitu 19 tahun dan termasuk usia beresiko Kekurangan Energi Kornik (KEK).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari kampanye anti-stunting, karena Aceh termasuk provinsi yang banyak ditemukan kasus stunting dan gizi buruk.

Para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu, Raja Muradi, Muntazami, Rahmat Bagus Solin, Milfa Arsyika Azzahra, Ninda Husnul Khatimah, Nur Ayu Rahmadani dan Rania Annisa Nur Izzah dengan dosen pembimbing lapangan (DPL), dr Yuziani, MSi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved