Breaking News:

Berita Aceh Utara

ASN Aceh Utara yang Bawa Sabu Dilaporkan ke BKPSDM 

Kantor Camat Matangkuli melaporkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) MR di kantor tersebut yang terlibat dalam kasus narkoba ke BKPSDM Aceh Utara

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Humas Polres Langsa
Foto Ilustrasi sabu tidak terkait dengan berita - Barang bukti sabu-sabu seberat 9,83 gram yang disita dari oknum pelajar SMA di Langsa 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kantor Camat Matangkuli pada Rabu (8/12) melaporkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) MR di kantor tersebut yang terlibat dalam kasus narkoba ke Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia(BKPSDM) Aceh Utara. 

ASN tersebut adalah MR (40) warga Desa Geulumpang VII Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. 

Ia ditangkap ditangkap Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, pada 12 November 2021, di sebuah hotel di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam kasus itu, selain MR, polisi juga menangkap JND (33) mahasiswa asal Aceh Utara. 

Baca juga: PNS Aceh Utara Kurir Sabu-sabu Ditangkap di Surabaya, 2 Bulan tak Masuk Kantor, Sempat Telepon Istri

Keduanya menjadi kurir sabu, masing-masing mem bawa sabu-sabu 500 gram.

Kedua tersangka menyembunyikan bungkusan sabu di sela-sela paha atau di balik selangkangan saat menaiki pesawat.

Bungkusan narkoba itu dimasukkan ke dalam celana pendek ketat yang dipakai pelaku, untuk menghindari pemeriksaan di bandara. 

Masing-masing tersangka yang menjadi kurir sabu mendapatkan upah Rp 20 juta untuk sekali pengiriman.

Bahkan, menurut polisi, keduanya sudah tiga kali terlibat pengiriman sabu, ke daerah lain.

Baca juga: Polda Aceh Kembali Gagalkan Peredaran Sabu 133 Kg di Aceh Timur, Tangkap Satu Pelaku

“Barusan (siang - red) saya menjumpai Kepala BKPSDM untuk melaporkan secara resmi,” ujar Camat Matangkuli, Edward kepada Serambinews.com, Rabu (8/12/2021).

Disebutkan, isi surat tersebut adalah keterangan dari pihak keluarga, keterangan dari istri MR yang berinisial ML terkait kejadian penangkapan tersebut oleh polisi. 

Berdasarkan hasil penelusuran kata Camat, MR mulai menjadi ASN di Kantor Matangkuli pada tahun 1999 dengan golongan 1/a, lewat formasi DOM. 

Baca juga: Komisi I DPRA Umumkan Tujuh Anggota KKR 2021-2026, Berikut Nama-namanya

Sedangkan sekarang MR sudah golongan 1/C.

“Karena berdasarkan istrinya, dia pernah dihubungi suaminya beberapa waktu lalu, dan mengaku ditangkap polisi,” kata Camat Matangkuli. 

Namun, sampai sekarang Pemkab Aceh Utara belum menerima pemberitahuan dari Polrestabes Surabaya, terkait penangkapan tersebut.(*) 

Baca juga: BNN Pusat Amankan 1 Lagi Terduga Jaringan Sabu-sabu di Kota Langsa, Total Sudah 3 Orang 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved