Berita Aceh Barat Daya
Penyakit Ngorok Serang Ratusan Ekor Kerbau di Abdya, Puluhan Ekor Mati Mendadak
Seratusan ekor kerbau di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpapar septicaemia epizootica (SE) atau penyakit ngor
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: M Nur Pakar
Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Seratusan ekor kerbau di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terpapar septicaemia epizootica (SE) atau penyakit ngorok.
Informasi yang diperoleh Serambinews.com pada Kamis (9/1/2021) puluhan kerbau mati mendadak di kawasan Lama Tuha dan Krueng Seumanyam.
Sehingga, sebagian peternak memilih untuk menjual kerbau dengan harga miring.
“Iya, kemarin ada yang menjual kerbau isi daging 120 kilogram Rp 8 juta per ekor,” ujar salah seorang warga Kuala Batee, Kafrawi.
Padahal, sebutnya, selaku pedagang daging musiman saat hari meugang, kerbau 120 kilogram, biasanya dibeli dengan harga Rp 21 juta per ekor.
Baca juga: Pemkab Abdya Peringati Maulid, Anak Yatim dan Duafa Disantuni, Ini Pesan Bupati Akmal Ibrahim
“Ini hanya Rp 8 juta, kan sangat jauh turunnya," ujarnya.
"Karena, masyarakat tidak mau berisiko, takut kerbaunya mati, jadi dijual," tambahnya.
"Kalau mati, maka maka mereka tidak dapat apa-apa,” katanya.
Dia berharap kepada penyuluh Dinas Pertanian dan Pangan Abdya segera turun ke lapangan.
Dia menyatakan petugas harus segera menangani penyakit ngorok, sebelum mengancam ternak lainnya.
“Ini harus ditangani segera, kasihan masyarakat," ujarnya.
"Penyakit ini menular, kalau zaman dulu katanya penyakit ta’uun, dan sifatnya menular, maka harus segera ditangani,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Dinas Kelautan Abdya Produksi 1 Juta Benur Udang Vaname Kualitas Super
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ternak-kerbau-mati-diserang-penyakit-di-simeulue-rabu-1182021.jpg)