Breaking News:

Info Singkil

Bupati Aceh Singkil Instruksikan Jatuhkan Sanksi Bagi Penolak Vaksinasi Covid-19

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid instruksikan penjatuhan sanksi kepada yang menolak vaksinasi Covid-19. Berupa sanksi administrasi, denda, serta pidana.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Gerai vaksinasi Covid-19 di lobi kantor bupati Aceh Singkil, Senin (6/12/2021). 

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid instruksikan penjatuhan sanksi kepada yang menolak vaksinasi Covid-19.  Berupa sanksi administrasi, denda, serta pidana. 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid instruksikan penjatuhan sanksi kepada yang menolak vaksinasi Covid-19. 

Berupa sanksi administrasi, denda, serta pidana. 

Instruksi tersebut dikeluarkan 9 Desember 2021 Nomor 440/1799 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dan Pemberian Sanksi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Aceh Singkil. 

Instruksi Bupati Aceh Singkil, menindaklanjuti Peraturan Persiden Nomor 99 Tahun 202 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksin Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 serta peraturan lainnya. 

Sebelum menjatuhkan sanksi, bupati perintahkan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil dan Kepala Puskesmas melakukan pendataan dan menetapkan sasaran penerima vaksin Covid-19. 

"Setiap orang yang telah ditetapkan wajib mengikuti vaksin. Kecuali yang tidak memenuhi kriteria penerima vaksin Covid-19," demikian antaralain bunyi instruksi Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid.

Adapun sanksi administrasi, berupa penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial.

Baca juga: Ini Capaian Angka Vaksinasi di Aceh Utara Dalam Sepekan Terakhir

Sanksi lain, berupa penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintah dan denda. 

Sanksi administrasi dilakukan kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), camat, keuchik atau lembaga/badan sesuai kewenangannya. 

Sedangkan sanksi pidana yang menyebabkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan penyebaran Covid-19 pidana 1 tahun dan atau denda Rp 1 juta.

Bila tidak sengaja alias alpa pidana 6 bulan dan atau denda Rp 500 juta.(*)

Baca juga: BIN Layani Vaksinasi Ratusan Masyarakat Meunasah Tgk Digadong Bireuen

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved